Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Iklan UGC: Ketika Promosi Brand Menjelma Jadi Ulasan Biasa

Tidak semua konten UGC merupakan ulasan organik. Sebagian dibuat melalui kerja sama berbayar antara brand dan kreator.

Ilustrasi menonton iklan via ponsel.
Ilustrasi menonton iklan via ponsel. (Unsplash/YouVersion)

Konten promosi di media sosial kini semakin sulit dibedakan dengan unggahan biasa. Video seseorang mencoba skincare, mengulas makanan, hingga memperlihatkan pengalaman menggunakan produk ternyata bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang disebut User Generated Content (UGC).

Berbeda dari iklan konvensional yang identik dengan produksi profesional, iklan UGC mengandalkan tampilan yang lebih natural dan dekat dengan keseharian pengguna media sosial.

Format ini banyak digunakan dalam konten TikTok, Instagram Reels, hingga video promosi marketplace. Namun, apa sebenarnya iklan UGC dan mengapa konsep tersebut menarik perhatian brand? Dilansir dari laman Greenfly, Jumat, 23 Oktober 2026, berikut penjelasannya.

Iklan

Iklan UGC

User Generated Content atau UGC merupakan konten yang dibuat oleh pengguna atau konsumen mengenai suatu produk, layanan, maupun merek. Konten dapat berupa video ulasan, foto, testimoni, tutorial, hingga pengalaman pribadi ketika menggunakan produk tertentu.

Dalam praktik pemasaran, istilah iklan UGC juga digunakan untuk menyebut materi promosi yang sengaja dibuat menyerupai konten pengguna biasa.

Misalnya, seseorang merekam aktivitas mencuci wajah sambil menjelaskan pengalamannya menggunakan produk perawatan kulit. Video tersebut kemudian dimanfaatkan brand sebagai materi iklan di media sosial.

Meski terlihat spontan, tidak semua konten UGC merupakan ulasan organik. Sebagian dibuat melalui kerja sama berbayar antara brand dan kreator.

Banyak Digunakan Brand

Daya tarik utama iklan UGC terletak pada penyampaian pesan yang terasa lebih personal. Alih-alih langsung menawarkan produk, kreator biasanya memperlihatkan cara penggunaan, pengalaman, atau hasil yang diperoleh.

Penelitian dalam Journal of the Academy of Marketing Science (2025) menganalisis 128 efek dari 19 platform digital selama periode 2004–2022.

Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam efektivitas UGC. Identitas kreator yang dapat diverifikasi juga dapat memperkuat pengaruh konten terhadap kinerja perusahaan.

Temuan tersebut menjelaskan mengapa pengalaman pengguna menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran digital.

Beda dengan Influencer

Meski sama-sama memproduksi konten promosi, kreator UGC dan pemengaruh (influencer) memiliki perbedaan dalam cara bekerja. Influencer umumnya menawarkan promosi melalui akun pribadi dengan memanfaatkan audiens atau pengikut yang dimiliki.

Sementara itu, kreator UGC lebih berfokus pada pembuatan materi konten untuk kebutuhan brand. Video yang dihasilkan dapat dipublikasikan melalui akun resmi perusahaan maupun digunakan sebagai iklan berbayar.

Artinya, kreator UGC tidak selalu membutuhkan jumlah pengikut yang besar. Kemampuan membuat video menarik, menyampaikan pesan, dan memperlihatkan produk secara natural justru menjadi bagian penting dari pekerjaannya.

Banyak Ulasan Tidak Jujur

Tampilan video yang natural bukan berarti konten tersebut dibuat tanpa kepentingan komersial. TikTok sendiri mengenal istilah Commercial UGC, yang mencakup konten promosi berbayar dari kreator maupun pemanfaatan unggahan organik sebagai materi iklan melalui Spark Ads.

Platform tersebut juga mewajibkan kreator mengaktifkan fitur pengungkapan konten komersial ketika mempromosikan produk melalui kerja sama dengan pihak lain.

Konten kerja sama akan memperoleh label Paid Partnership agar penonton mengetahui ada hubungan komersial antara kreator dan brand.

Dengan demikian, iklan UGC tidak hanya menawarkan pendekatan promosi yang lebih dekat dengan keseharian pengguna media sosial, tetapi juga menuntut transparansi agar kepercayaan konsumen tetap terjaga.

Iklan