Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Cari Tahu

Pensiun Masih Jauh, Kenapa Generasi Sandwich Malah Mengurangi Dana Hari Tua?

Sebanyak 28 persen generasi sandwich mengurangi atau menghentikan sementara dana pensiun. Apa yang membuat persiapan hari tua mereka terdesak?

Ilustrasi pasangan remaja tengah mengobrol.
Ilustrasi pasangan remaja tengah mengobrol. (Foto: Pexels/RDNE Stock project).

Bagi anak muda usia produktif saat ini, masa pensiun mungkin masih puluhan tahun lagi.

Namun, bagi generasi sandwich, memikirkan masa tua bisa jadi bukan prioritas utama ketika kebutuhan keluarga masih menumpuk.

Gambaran ini terlihat dalam Sandwich Generation Special Report 2026 dari Sun Life.

Iklan

Laporan tersebut mencatat, sebanyak 28 persen generasi sandwich mengurangi atau menghentikan sementara kontribusi dana pensiun karena tanggung jawab pengasuhan.

Padahal, bukan berarti mereka tidak berusaha memperbaiki kondisi keuangan. Sebanyak 67 persen responden justru meningkatkan tabungan dalam setahun terakhir, sedangkan 52 persen berinvestasi secara rutin.

Kenapa Persiapan Hari Tua Masih Harus Dikurangi?

Salah satu tantangan yang tergambar dalam laporan tersebut adalah kewajiban keluarga.

Sebanyak 29 persen responden menyebut tanggung jawab keluarga sebagai hambatan untuk memiliki kendali finansial yang lebih besar.

Bagi generasi sandwich, penghasilan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

Ada pula kebutuhan orang tua yang perlu dibantu, biaya anak yang harus dipenuhi, serta pengeluaran rumah tangga yang terus berjalan.

Ketika kebutuhan tersebut datang bersamaan, dana untuk masa depan bisa ikut terdesak.

Tabungan dan investasi mungkin tetap berjalan, tetapi kontribusi untuk dana pensiun justru dikurangi agar kebutuhan keluarga saat ini tetap terpenuhi.

Hal inilah yang membuat generasi sandwich menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan dua hal sekaligus yaitu memastikan keluarga tetap tercukupi hari ini tanpa kehilangan kesempatan mempersiapkan kehidupan setelah pensiun.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar