Apakah pernah terbesit di pikiranmu kalau kuliah itu nggak penting-penting amat? Karena Mark Zuckerberg pendiri Meta aja bisa jadi sukses tanpa kuliah dan Bill Gates pendiri Microsoft juga nggak kuliah tapi bisa tuh jadi miliarder.
Atau nggak kamu punya teman yang capek kerja kantoran terus mutusin resign, bangun bisnis, bisa tuh sukses dan jalan-jalan terus keluar negeri.
Sekilas, pemikiran itu terdengar masuk akal. Apalagi, banyak kisah orang sukses yang terlihat meyakinkan dan mudah dijadikan inspirasi. Tapi mungkinkah kalau kita mengikuti jejak mereka, kita juga jadi orang yang sukses?
Iklan
Dalam psikologi pengambilan keputusan, pola pikir seperti ini dikenal sebagai survivorship bias atau bias bertahan hidup.
Tanpa disadari, kita bisa mengambil keputusan besar berdasarkan kisah keberhasilan yang terlihat, dan mengabaikan kegagalan yang tidak banyak dibicarakan.
Apa Itu Survivorship Bias?
Mengutip dari The Decision Lab, survivorship bias merupakan bias kognitif yang muncul ketika seseorang hanya fokus pada kisah kesuksesan seseorang saja, tapi mengabaikan kisah kegagalannya.
Sederhananya, kita hanya melihat siapa yang berhasil mencapai garis finis tanpa mengetahui berapa banyak orang yang tersingkir di tengah jalan.
Fenomena ini juga dibahas oleh Satu Persen di salah satu artikel berjudul “Mengenal Survivorship Bias, Apa Sih Arti Sukses yang Sebenarnya?” yang ditulis Afifah Iftah Nurul Isnaini pada 27 Februari 2022.
Dalam artikel tersebut, survivorship bias dijelaskan sebagai kecenderungan seseorang melihat pengusaha sukses sebagai bukti bahwa bisnis merupakan jalan menjanjikan menuju kekayaan, tetapi melupakan pengusaha lain yang mengalami kebangkrutan.
Padahal, kisah sukses seseorang tidak otomatis menggambarkan peluang keberhasilan semua orang yang melakukan hal serupa.
Masalahnya bukan terletak pada keinginan untuk sukses atau menjadikan orang lain sebagai inspirasi. Bahayanya muncul ketika kita menganggap kisah keberhasilan yang terlihat sebagai gambaran utuh dari kenyataan.
1. Membuat kita salah mengambil keputusan
Bayangkan kamu melihat seorang konten kreator yang memilih berhenti bekerja kantoran dan memperoleh penghasilan besar dari media sosial.
Kamu kemudian berpikir bahwa resign merupakan cara terbaik untuk mengikuti jejaknya, tanpa kamu mempertimbangkan berapa banyak kreator yang sudah bekerja keras selama bertahun-tahun, tetapi penghasilannya belum stabil.
Jika hanya berpatokan pada kisah yang berhasil, kamu bisa mengambil keputusan yang berisiko tinggi tanpa mempertimbangkan kondisi keuangan, kemampuan, dan peluangmu sendiri.
2. Membuat kesuksesan terlihat lebih mudah
Media sosial sering menampilkan hasil akhir yang mengesankan, seperti bisnis berkembang, rumah baru, pekerjaan impian, atau penghasilan fantastis.
Namun, perjalanan yang tidak berakhir sesuai harapan biasanya tidak mendapatkan perhatian sebesar kisah sukses.
Akibatnya, kita bisa mengira bahwa keberhasilan merupakan hasil dari satu keputusan sederhana. Misalnya, berani keluar dari zona nyaman atau memilih pekerjaan yang berbeda.
Padahal, kesuksesan bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari keterampilan, kondisi ekonomi, kesempatan, dukungan lingkungan, hingga keberuntungan.
3. Memicu perbandingan sosial yang tidak sehat
Ketika terus melihat orang lain berhasil, kita bisa merasa tertinggal atau menganggap diri sendiri kurang berusaha.
Padahal, kita sedang membandingkan kehidupan sehari-hari yang kita alami dengan potongan terbaik kehidupan orang lain.
Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa gagal hanya karena pencapaiannya tidak sama dengan orang yang dilihat di media sosial. Padahal, informasi yang dimiliki untuk membuat perbandingan tersebut belum tentu lengkap.
Contoh Survivorship Bias dalam Kehidupan Sehari-hari
Menganggap kuliah tidak penting karena banyak pengusaha sukses tidak lulus sarjana
Ikut bisnis karena melihat testimoni pelanggan yang berhasil
Percaya metode belajar tertentu pasti membuat nilai meningkat
Terpukau ulasan positif sebelum membeli produk
Survivorship bias mengingatkan kita bahwa keberhasilan yang terlihat bukanlah keseluruhan cerita. Di balik satu kisah sukses, mungkin ada banyak pengalaman lain yang tidak pernah mendapat perhatian.
Jadi, lain kali kamu melihat seseorang sukses dengan cara yang tidak biasa, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa cara tersebut pasti berhasil untuk semua orang.
Sebab, memahami kesuksesan bukan hanya soal mempelajari mereka yang berhasil bertahan, tetapi juga memahami mereka yang tidak berhasil sampai ke garis akhir.