Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Dilanda Banjir dan Longsor, BNPB Berikan Bantuan Darurat di Sumbar

Dukungan ini untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya kebutuhan dasar yang diperlukan mereka yang terdampak langsung bencana.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai besar di kota itu meluap dan merendam ratusan rumah.
Petugas SAR gabungan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Parak Jambu, Dadok Tunggul Hitam, Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Intensitas curah hujan tinggi membuat sejumlah sungai besar di kota itu meluap dan merendam ratusan rumah. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/sgd)

Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Hal itu dipicu adanya bibit siklon tropis 95B.

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengatakan pihaknya memberikan bantuan darurat kepada warga terdampak di Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, Sumbar.

Dukungan ini untuk mempercepat penanganan darurat, khususnya kebutuhan dasar yang diperlukan mereka yang terdampak langsung bencana. 

Iklan

Bantuan yang diberikan kepada warga terdampak di Padang Pariaman, antara lain alat kebersihan 100 paket, hygiene kit 30 paket, family kit 150 paket, makanan siap saji 200 paket dan sembako 200 paket. 

Sedangkan bantuan yang diterima warga terdampak di Pesisir Selatan, antara lain kasur lipat 100 buah, selimut 100 lembar, family kit 100 paket, tenda pengungsi 2 unit, tenda keluarga 50 unit dan sembako 200 paket. 

Kami melakukan peninjauan ke lokasi bencana untuk memastikan pemerintah daerah melakukan penanganan darurat secara optimal, seperti pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak maupun evakuasi warga yang harus diungsikan ke pos pengungsian,”

ujar Rustian dalam keterangan resmi.

Rustian mengatakan, dirinya juga melihat langsung beberapa titik yang terdampak bencana banjir dan longsor di kedua kabupaten tersebut. 

Empat hari hujan berturut-turut, ini hampir seluruh kabupaten-kota di Sumatra Barat, terkena banjir dan longsor. Cuaca memang sangat ekstrem sehingga ini menyebabkan banjir dan longsor. Ini mengakibatkan banyaknya warga yang mengungsi dan rusaknya infrastruktur,”

katanya. 

Saat berada di Padang Pariaman, Rustian melihat kondisi jalan yang putus karena tergerus air maupun amblas. Salah satunya ruas jalan Jambak-Lubuk Simantung di Nagari Salibutan Korong Sakayan, Kecamatan Lubuk Alung. Tampak badan jalan sepanjang 200 meter putus. 

Selain itu, jembatan, seperti yang disampaikan Bupati Padang Pariaman, dan juga beberapa sekolah yang rusak akibat banjir dan longsor, masjid dan musala di 13 kabupaten-kota,” 

tambahnya.

Merespons kondisi saat ini, Rustian mengungkapkan kemungkinan dilakukannya operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk penanganan cuaca ekstrem di Sumbar. 

Hampir seluruhnya sekarang ini hujan ekstrem yang mengakibatkan banjir dan longsor. Jadi kami memiliki operasi modifikasi cuaca. Jika memang cuaca sangat ekstrem maka operasi modifikasi cuaca ini akan dilakukan untuk memindahkan turunnya hujan ke tempat lain,”

pungkas Rustian.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti penetapan status kedarurat, pengaktifan pos komando, evakuasi dan aktivasi pos pengungsian.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal