570 Ribu Mengungsi, Ribuan Rumah Rusak Berat
BNPB juga melaporkan bahwa lebih dari 570.700 warga mengungsi yang tersebar di 50 kabupaten/kota.
Kerusakan infrastruktur dan properti yang ditimbulkan pun tidak sedikit, di antaranya 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, 20.500 rumah rusak ringan, 282 fasilitas pendidikan rusak, 271 jembatan putus.
Kerusakan ini menyebabkan sejumlah wilayah terisolasi dan membutuhkan bantuan logistik serta perbaikan akses secepatnya.
Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Padang Pariaman
Pada Senin, 1 Desember 2025, Presiden RI Prabowo Subianto langsung menuju Padang Pariaman, Sumatera Barat, untuk melihat kondisi para penyintas dan meninjau penanganan bencana.
Dalam kunjungannya, Prabowo menyampaikan bahwa pasokan listrik di Sumatera Barat hampir sepenuhnya pulih, berdasarkan laporan dari Gubernur Mahyeldi dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Alhamdulillah cuaca sudah membaik, dan banyak bantuan sudah sampai. Listrik di Sumbar hampir 100 persen pulih,”
Prabowo.
Saat berbincang dengan warga, Prabowo menerima keluhan mengenai sulitnya mendapatkan air bersih. Ia memastikan bahwa pemerintah segera memperbaiki saluran air agar kebutuhan warga dapat tercukupi.
Air sedang dibenahi,”
Presiden.
Ia juga memastikan perbaikan terhadap jembatan-jembatan yang rusak akan dipercepat, begitu pula rumah warga yang terdampak.
Semua jembatan sedang kita bentuk kembali. InsyaAllah semua akan diperbaiki. Rumah-rumah yang rusak akan kita bantu,”
Presiden.
Apresiasi Para Penyintas: ‘Semangatmu Luar Biasa!’
Di posko pengungsian Padang Pariaman, Prabowo memberikan apresiasi terhadap ketabahan para penyintas yang tetap menunjukkan semangat meski dalam situasi sulit.
Terima kasih, walaupun sedang susah tapi semangatmu luar biasa!”
ucapnya disambut antusias oleh para pengungsi.
Prabowo menyampaikan bahwa kondisi cuaca di Sumatra perlahan membaik sehingga proses penyaluran bantuan menjadi lebih lancar.
Pengiriman logistik dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta kini dapat menjangkau lebih banyak warga.
Bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan sanitasi, dan kebutuhan dasar lainnya disebut telah mulai tiba di titik-titik yang paling terdampak.