Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengupayakan distribusi bantuan logistik untuk wilayah yang paling parah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky bersama tim gabungan dari BNPB, BPBD, TNI, Polri, hingga Dinas Kesehatan melakukan perjalanan darat menuju dua lokasi yang masih sulit dijangkau Gampong Arul Pinang di Kecamatan Peunaron dan Dusun Karang Kuda di Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi.
Saat menuju Arul Pinang, rombongan menghadapi medan berat. Di wilayah Jalan Pereulak, Gampong Peunaron Lama, terdapat tiga titik longsor besar di area berdekatan.
Material longsor menutup penuh badan jalan dan merusak struktur jalan secara signifikan.
Dua titik masih bisa ditangani dengan alat berat, namun satu titik lainnya mengalami kerusakan besar sehingga kendaraan tidak bisa melintas.
Tim akhirnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melintasi lumpur setinggi mata kaki sejauh kurang lebih 20 meter.
Rumah Terkubur Lumpur hingga Atap
Memasuki Arul Pinang, kondisi desa terlihat memprihatinkan. Jalanan dipenuhi gelombang tanah, jejak longsor, serta lumpur tebal akibat banjir besar.
Beberapa rumah warga bahkan terkubur lumpur hingga mencapai atap, setinggi sekitar tiga meter.
Tidak hanya itu, desa masih gelap tanpa aliran listrik dan tidak memiliki akses internet. Persediaan air bersih, makanan pokok, hingga kebutuhan bayi semakin menipis.
Sementara itu, obat-obatan dan perlengkapan perempuan menjadi kebutuhan darurat yang harus segera dipenuhi.
Situasi yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Dusun Karang Kuda, Kecamatan Serbajadi. Akses menuju lokasi ini terputus hampir satu minggu akibat banjir besar. Sekitar 75 rumah warga rusak parah dan tidak layak huni.
Walau tidak ada korban jiwa, warga masih diliputi rasa takut terutama ketika hujan turun. Untuk bertahan hidup, masyarakat mendirikan tempat pengungsian mandiri berbahan terpal.
Kebutuhan utama yang harus segera masuk antara lain air bersih, selimut, pakaian, makanan siap saji, susu bayi, hygiene kit, dan obat-obatan dasar.
Bantuan Mulai Masuk, BNPB Fokus Pulihkan Akses
Dalam misi peninjauan tersebut, BNPB menyalurkan bantuan awal sebesar 1,5 ton beras dan obat-obatan untuk Kecamatan Peunaron dan Kecamatan Serbajadi.
Tim juga terus mendata kerusakan dan kebutuhan warga untuk memastikan bantuan lanjutan dapat disalurkan tepat sasaran.
BNPB menekankan pentingnya percepatan pembukaan akses jalan agar distribusi logistik bisa masuk lebih cepat.
Selain itu, pemulihan jaringan listrik, telekomunikasi, serta pembentukan posko darurat menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih terisolasi.


