Indonesia saat ini tengah diliputi suasana duka nasional akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu 17 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.053 orang.
Angka tersebut mencerminkan skala bencana yang luar biasa besar, sekaligus menjadi salah satu tragedi alam paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat sekitar 7.000 warga mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat.
Di sisi lain, sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang, diduga tertimbun longsor atau terseret banjir bandang yang terjadi secara cepat dan masif.
Ketidakpastian nasib para korban hilang menjadi pukulan berat bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar.
Aceh Wilayah Dampak Terparah
Provinsi Aceh tercatat sebagai daerah paling terdampak. Hingga pagi hari ini, sebanyak 449 orang meninggal dunia, sementara 31 orang masih dalam pencarian.
Beban layanan kesehatan di wilayah ini juga sangat berat, dengan 4.300 warga mengalami luka-luka.
Besarnya jumlah korban membuat Aceh berada dalam status darurat kemanusiaan. Situasi serupa juga terjadi di Sumatera Utara, di mana tercatat 360 korban meninggal dunia, 79 orang hilang, serta 2.300 warga terluka.
Sementara itu, Sumatera Barat melaporkan 244 korban jiwa. Tingkat kerawanan di wilayah ini masih tinggi karena 90 orang belum ditemukan, dan 382 warga lainnya mengalami luka-luka.
Jika dirinci berdasarkan wilayah administratif, terdapat tiga kabupaten yang menjadi titik paling mematikan dalam bencana ini Kabupaten Agam (Sumatera Barat) 184 korban meninggal, Aceh Utara (Aceh) 164 korban meninggal, dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara) 127 korban meninggal.
Wilayah-wilayah ini mengalami kombinasi hujan ekstrem, longsor, dan banjir bandang dalam waktu singkat. Banyak juga korban yang belum ditemukan di tiga kabupaten ini.
Polri Kerahkan Ratusan Personel dan Armada Bantuan
Dalam upaya penanganan darurat, Polri kembali mengirimkan personel dan bantuan logistik ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari Operasi Aman Nusa II.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar formalitas.
Polri hadir bukan hanya simbolis. Kami turun langsung untuk membantu dan menyelesaikan persoalan masyarakat di lapangan,”
Fadil.
Sebanyak 237 personel dikerahkan, terdiri dari 226 personel Brimob, 2 perwira pendamping, 4 pengemudi ambulans, dan terakhir ada 5 personel Korps Polairud.
Polri juga mengirimkan 75 unit kendaraan, termasuk ambulans, kendaraan logistik, dapur lapangan, motor trail, serta perahu amfibi.
Untuk kebutuhan dasar, bantuan yang disalurkan meliputi tenda pengungsian, genset, sistem pengolahan air bersih, dan bahan pangan siap saji.




