Hingga Selasa 23 Desember 2025 pagi, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera tercatat mencapai 1.106 orang.
Angka ini merupakan akumulasi korban dari tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hal ini berdasarkan rekapitulasi data hingga Sabtu malam.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penambahan 16 korban jiwa pada Senin 22 Desember 2025 malam, dari sebelumnya 1.090 orang pada Minggu 21 Desember 2025.
Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin 22 Desember 2025 pukul 17.00 WIB.
Ratusan Masih Hilang dan Setengah Juta Mengungsi
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sekitar 175 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini masih sangat besar, mencapai 502.570 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
Per Minggu pagi, jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Aceh tercatat sebanyak 477 jiwa, dengan sebaran sebagai berikut Aceh Utara 186 orang, Aceh Tamiang 88 orang, Aceh Timur 55 orang, Bener Meriah 30 orang, Bireuen 34 orang, dan Pidie Jaya 29 orang.
Selain itu ada juga di Aceh Tengah 24 orang, Aceh Tenggara 13 orang, Gayo Lues 5 orang, Langsa 5 orang, Lhokseumawe 4 orang, Subulussalam 2 orang, Nagan Raya 1 orang, dan Pidie 1 orang.
Tidak terdapat laporan korban jiwa di Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Besar. Untuk korban hilang di Aceh, jumlahnya masih 31 orang, dengan rincian Aceh Utara 7 orang, Bener Meriah 13 oran, Bireuen 3 orang, Aceh Tengah 4 orang, Aceh Tenggara 1 orang, dan Nagan Raya 3 orang
Jumlah pengungsi di Aceh juga mengalami penurunan, dari sebelumnya 483.691 jiwa menjadi 473.273 jiwa.
Data Korban Banjir di Sumatera Utara
Di Provinsi Sumatera Utara, BNPB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 369 orang, dengan rincian Tapanuli Tengah 133 orang, Tapanuli Selatan 88 orang, Kota Sibolga 54 orang, Tapanuli Utara 36 orang, Deli Serdang 17 orang, Langkat 14 orang, dan Kota Medan 12 orang.
Selain itu korban juga ada di Humbang Hasundutan 10 orang, Pakpak Bharat 2 orang, Nias 1 orang, Nias Selatan 1 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan di Kabupaten Serdang Bedagai dan Mandailing Natal.
Sementara itu, jumlah korban hilang di Sumatera Utara tercatat 72 orang, dengan rincian Tapanuli Tengah 38 orang, Tapanuli Selatan 30 orang, Kota Sibolga 1 orang, Tapanuli Utara 2 orang, Humbang Hasundutan 1 orang. Jumlah pengungsi di Sumatera Utara mencapai 17.759 jiwa.
Korban Banjir di Sumatera Barat
BNPB juga melaporkan korban meninggal dunia di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 260 orang, dengan sebaran Agam 163 orang, Padang Pariaman 35 orang, Padang Panjang 17 orang, Kota Padang 11 orang, Pasaman Barat 5 orang, Tanah Datar 1 orang, dan Belum teridentifikasi 27 orang
Untuk sembilan kabupaten lainnya di Sumatera Barat, tidak terdapat laporan korban jiwa. Jumlah korban hilang di Sumatera Barat masih 72 orang, dengan rincian Agam 38 orang, Padang Panjang 29 orang, Kota Padang 2 orang, dan Pasaman Barat 3 orang. Sedangkan jumlah pengungsi di Sumatera Barat tercatat mencapai 9.078 jiwa.
Demikian data korban bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatera hingga Selasa (23/12/2025) pagi. BNPB terus melakukan pendataan serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk penanganan darurat dan pemulihan wilayah terdampak.


