Proses pemulihan dilakukan melalui kerja sama intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk pelaksanaan uji integritas pipa serta verifikasi aspek keselamatan guna memastikan jalur distribusi aman sebelum kembali dioperasikan.
Sebelum aliran gas dinormalkan, TGI memastikan seluruh tahapan teknis dijalankan secara ketat. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk menjamin keandalan pipa dan meminimalkan potensi risiko di kemudian hari.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasional sekaligus keberlanjutan distribusi energi nasional.
Warga Terdampak Jadi Fokus Utama
Selain pemulihan infrastruktur, TGI juga memprioritaskan penanganan masyarakat yang terdampak insiden.
Perusahaan telah menggelar pertemuan langsung dengan warga setempat yang difasilitasi oleh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).
Melalui proses musyawarah tersebut, kesepakatan terkait nilai kompensasi ganti rugi telah dicapai. Sementara itu, seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan medis dan dinyatakan dalam kondisi stabil tanpa perlu menjalani rawat inap.
TGI menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden dan percepatan pemulihan, termasuk Direktorat Jenderal Migas, BPH Migas, para pemegang saham, Pertamina Group, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Keselamatan masyarakat dan keandalan operasional merupakan prioritas utama kami. TGI berkomitmen untuk terus menjaga integritas dan keandalan pipa guna menjamin kelancaran distribusi energi nasional.”
ujar Emil Ismail, Corporate Secretary TGI.