Lokasi tersebut kemudian menjadi fokus utama dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dikerahkan dari Lanud Sultan Hasanuddin
Helikopter H225M Caracal milik TNI AU langsung diberangkatkan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Dipiloti oleh Pilot in Command (PIC) Kapten Pnb Rahman, dan diarahkan menuju sektor pencarian di wilayah Kabupaten Maros.
Helikopter Caracal dikenal memiliki kemampuan jelajah luas dan daya angkut tinggi, sehingga diharapkan mampu mempercepat proses pencarian dari udara.
Tidak hanya mengerahkan unsur udara, TNI AU juga menurunkan kekuatan darat sebanyak 82 personel yang berasal dari Yon Parako 473 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), Divisi Arhanud Korpasgat, serta Lanud Sultan Hasanuddin. Selain itu, satu unit kendaraan VCP turut disiagakan untuk mendukung mobilisasi di lapangan.
Seluruh personel tersebut bergabung dalam tim gabungan bersama Polres Maros, Kodim 1422/Maros, dan Basarnas.
Posko Lapangan Dipusatkan di Bantimurung
Untuk mempercepat koordinasi lintas instansi, seluruh unsur yang terlibat telah berkumpul di Posko Lapangan yang berlokasi di kawasan Bantimurung, Kabupaten Maros.
Dari posko ini, proses pertukaran data, pembagian sektor pencarian, serta pengambilan keputusan strategis terus dilakukan secara intensif.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan, hingga diperoleh kepastian mengenai keberadaan pesawat ATR 400 tersebut.