Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Tito Klaim Aceh Tamiang Bangkit, Tapi Jadi Satu-satunya yang Belum Pulih Total

Foto udara kondisi Desa Kota Lintang pascabanjir bandang di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.
Foto udara kondisi Desa Kota Lintang pascabanjir bandang di Desa Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa kondisi pemerintahan di Aceh Tamiang kini tidak lagi lumpuh setelah diterjang banjir dan longsor pada November 2025.

Meski demikian, Tito mengakui bahwa Aceh Tamiang masih menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sumatera yang belum sepenuhnya beroperasi normal dibandingkan daerah terdampak lainnya.

“Aceh Tamiang, alhamdulillah. Kemarin, pemerintahannya betul-betul lumpuh karena lumpur di 47 kantornya, sekarang sudah bersih, dan sudah melakukan operasional, meskipun belum sepenuhnya. Ini satu-satunya kabupaten pemerintahan yang belum beroperasi secara penuh, betul, kalau yang lain 51 semuanya sudah penuh beroperasional,”

ujar Tito, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.

Pemerintahan Mulai Aktif, Fasilitas Bertahap Normal

Menurut Tito, 47 kantor pemerintahan yang sebelumnya terendam lumpur kini telah dibersihkan dan kembali difungsikan, walaupun belum sepenuhnya optimal.

Iklan

Ia juga menyampaikan bahwa layanan kesehatan seperti puskesmas di Aceh Tamiang sudah kembali berjalan, meski masih membutuhkan dukungan tambahan.

Untuk infrastruktur transportasi, kondisi akses jalan disebut sudah relatif membaik. Perbaikan dilakukan pada jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga desa, termasuk jembatan yang terdampak banjir.

Akses jalan Tamiang relatif sudah baik nasional maupun provinsi kabupaten/kota, desa, jembatan sudah dilakukan perbaikan,”

ucap dia.

Air Bersih Masih Jadi Tantangan

Meski sejumlah sektor mulai pulih, persoalan air bersih masih menjadi kendala di Aceh Tamiang. Pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa sumur bor, namun distribusi air bersih belum sepenuhnya stabil.

Selain itu, tim khusus masih bekerja menangani sedimentasi sungai yang menjadi salah satu penyebab utama banjir sebelumnya.

Tapi sungainya sungai paling besar di samping Sungai Meureudu yang membelah Bireun dengan Pidie Jaya. Ini adalah sungai Aceh Tamiang, tapi ini ada satgas sungai yang sudah mulai bekerja untuk mengalirkan sedimen di sana,”

imbuh Tito.

Sungai yang dimaksud menjadi perhatian serius pemerintah, karena berperan besar dalam sistem aliran air di wilayah tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal