Ketepatan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap belum sepenuhnya selaras dengan tujuan utama pengentasan stunting, maupun pengurangan angka kemiskinan.
Hal itu diungkapkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. Menurutnya, cakupan penerima manfaat program MBG yang sangat luas justru menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kebijakan tersebut dalam menjawab persoalan gizi di Indonesia.
Ia mengutip data yang menyebutkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada di kisaran 19 persen, sementara tingkat kemiskinan sekitar 9 persen. Namun, program MBG justru menyasar hampir seluruh siswa secara luas, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.










