Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

BPBD: 797 Rumah dan 3.517 Warga Terdampak Banjir di Kendari

BPBD Kota Kendari mencatat 797 rumah dan 3.517 jiwa terdampak banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Warga menggunakan perahu saat melintas di depan rumah yang terendam banjir akibat meluapnya Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara
Warga menggunakan perahu saat melintas di depan rumah yang terendam banjir akibat meluapnya Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kendari, Sulawesi Tenggara (ANTARA FOTO/Jojon/nz)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari mencatat, hingga Senin 11 Mei 2026 sebanyak 797 rumah dan 3.517 jiwa terdampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang menyebut banjir tersebar di 15 titik lokasi. Selain permukiman warga, sekitar 50 hektare sawah juga dilaporkan terdampak banjir.

Menurut data sementara terdapat 15 titik lokasi banjir,”

ujar Cornelius Padang

Cornelius Padang mengatakan setidaknya ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir, wilayah dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Kambu.

Iklan

Di Jalan Mangkarey dengan 100 rumah dan 900 jiwa terdampak, sedangkan di Lorong Hidayatullah sebanyak 76 rumah dengan 300 jiwa terdampak.

Di Kecamatan Poasia, Kelurahan Anduonohu menjadi salah satu wilayah terdampak paling luas. BPBD mencatat sebanyak 85 rumah dan 225 jiwa terdampak banjir di Jalan Kedondong RT 24 RW 08.

Distribusi Air Bersih

Sementara di Kecamatan Baruga, Kelurahan Lepo-Lepo juga mengalami dampak cukup parah. Di RT 03 tercatat 69 rumah dengan 224 jiwa terdampak, sedangkan di RT 14 sebanyak 34 rumah dengan 176 jiwa terdampak.

BPBD juga mencatat banjir terjadi di Kecamatan Abeli, Kadia, Kendari Barat, dan Wuawua. Hingga kini, Pemerintah Kota Kendari bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan di wilayah terdampak.

Saat ini, BPBD Kota Kendari telah melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi banjir, evakuasi warga, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.

Meski kondisi banjir mulai berangsur surut, BPBD tetap bersiaga mengantisipasi potensi banjir susulan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.