Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Karhutla Masih Membara di Papua, Titik Api Tepat di Area PSN

Dikatakannya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena hutan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua.

Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin menarik selang air untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (16/8/2026).
Petugas dari Manggala Agni Daops Sumatera XIV-Banyuasin menarik selang air untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Minggu (16/8/2026). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/tom.)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Papua dan mulai mengancam ruang hidup masyarakat. 

Tokoh Pemuda Nabire, Yopiz Pigome menyebut titik kebakaran antara lain berada di sekitar kawasan yang berkaitan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan perkebunan kelapa sawit. 

Kalau kebakaran hutan, itu ada di beberapa titik. Jayapura ada, terus Manokwari, Sorong, Nabire, Puncak-Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Merauke,”

kata Yopiz Pigome kepada Owrite, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Yopiz, kebakaran terjadi di sejumlah lokasi yang disebutnya berkaitan dengan kawasan PSN dan perkebunan kelapa sawit. Ia menyebut kebakaran di Nabire telah mencapai luasan ratusan hektare.

Iklan

Itu mungkin ada di beberapa tempat, yaitu PSN, kelapa sawit juga, dan Nabire itu, ratusan hektare terbakar,”

akuinya.

Masyarakat Papua Terancam

Dikatakannya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena hutan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua. 

Jadi, dari sisi ini terbongkar bahwa pemerintah itu mereka menyembunyikan usaha-usaha dari kapitalis itu sendiri, yaitu orang-orang tertentu yang masuk secara paksa,”

tegasnya.

Yopiz menilai kerusakan hutan akibat kebakaran dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang selama ini bergantung pada alam. Hilangnya hutan berarti semakin sempit pula ruang hidup masyarakat Papua.

Jadi, kebakaran hutan ini juga merusak tempat hidup masyarakat Papua karena masyarakat kan hidupnya dari hutan, alam, berburu, terus ambil obat dari hutan. Sisi ini, kebakaran hutan ini harus diperhatikan oleh pemerintah itu sendiri,”

jelasnya.

Lebih jauh dia, kebakaran yang masih berlangsung juga berdampak langsung terhadap kualitas udara. Sejumlah titik api disebut masih belum sepenuhnya padam sehingga asap terus menyelimuti wilayah terdampak.

Jadi, dari kebakaran hutan ini menyebabkan polusi udara, titik api di beberapa titik mungkin masih menyala,”

ucapnya.

Kondisi paling mengkhawatirkan, menurut Yopiz terjadi di Kota Nabire. Kabut asap disebut masih tebal dan mengganggu jarak pandang masyarakat.

Dan kabut asap juga masih tebal hari ini, dapat informasinya kemarin, asap itu membuat jarak pandang hanya dua meter di kota Nabire,”  

pungkasnya.

Yopiz mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kebakaran hutan di Papua, terutama karena dampaknya tidak hanya menyangkut lingkungan, tetapi juga kesehatan dan keberlangsungan ruang hidup masyarakat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal