Polri mengidentifikasi korban terdampak bencana banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin, 21 September 2026 malam. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, empat orang menjadi korban luka, terdiri dari tiga orang mengalami luka ringan dan satu orang luka berat.

Polri langsung bergerak untuk menyelamatkan dan melayani masyarakat. Prioritas kami adalah keselamatan warga, pencarian terhadap masyarakat yang masih dilaporkan hilang, evakuasi korban,”

kata Trunoyudo dalam keterangannya, Selasa 22 September 2026.

Pilihan EditorRedifka Akbar

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalur Utama Solok-Padang Terputus

Trunoyudo merinci, tiga korban yang mengalami luka ringan yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45). Sementara korban luka berat atas nama Muhammad Nur Zen (56) mengalami fraktur pada alat gerak bawah disertai perdarahan.

Selain korban luka, Polri juga masih melakukan pencarian terhadap dua warga yang dilaporkan hilang. Keduanya yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59).

Personel Polri bersama unsur gabungan terus bekerja di lapangan untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan berjalan maksimal,”

ucap Trunoyudo.

Lebih jauh dia mengatakan, personel Polri berfokus pada proses pencarian dan evakuasi korban bencana. Di samping itu, anggota Polri juga memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.

Sebagai bagian dari penanganan warga terdampak, Polri mendirikan posko pengungsian di Mapolres Solok bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung. 

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 50 warga diperkirakan membutuhkan tempat pengungsian.

Kami menyiapkan tempat pengungsian di Mapolres Solok, pelayanan kesehatan, dapur lapangan dan trauma healing untuk membantu kebutuhan masyarakat selama masa darurat.”

tuturnya.