Sebuah unggahan video dari akun Instagram @kalbaronline menunjukan fasilitas jalur pemandu untuk tunanetra atau guiding block di Gedung terpadu Pontianak terlihat datar dan diduga terbuat dari Stiker.

Dengan ramainya unggahan tersebut, banyak warganet mempertanyakan keputusan pejabat setempat terkait fasilitas yang seharusnya memudahkan penyandang disabilitas dengan permukaan yang timbul, justru dibuat datar.

Kondisi tersebut kemudian menuai beragam komentar dari warganet hingga kalangan publik figur. Bahkan, salah satu warganet berkomentar bahwa jalur pemandu untuk disabilitas yang diduga terbuat dari stiker itu terlalu menghina penyandang disabilitas.

Ini sih bener2 menghina banget sih pejabat berwenang yang memasang guiding blocks untuk tuna netra make stiker berwarna kuning.”

ujar @mindprofessor.id, dikutip Selasa, 29 September 2026.

Salah satu publik figur, adinda negara, turut memberikan komentarnya dengan penuh keheranan karena menurutnya hal sekecil itu diduga sampai dikorupsi

YaAllah sampe ginian aja dikorupsi”

ujar @adindanegara

Musisi Band Barasuara, Iga Masardi, turut berkomentar dalam unggahan video tersebut.

Dzalim”

tulis @igamassardi.

Klarifikasi Pejabat Daerah

Menindaklanjuti kejadian viral tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan pemasangan tersebut hanya sebagai contoh untuk melihat kemungkinan penerapan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di gedung tersebut.

Kita ingin melihat dulu apakah kondisinya memungkinkan atau tidak. Ini masih dalam tahap analisis. Nantinya, mudah-mudahan bisa dianggarkan untuk mewadahi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat penyandang disabilitas,”

ujarnya

Pilihan EditorRedifka Akbar

Kilas Balik Era Covid-19, Tren Apa Saja yang Viral Pada Saat Itu?