Wakapolri Klaim Angka Konflik Sosial dan Korban Turun Drastis
Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, mengungkapkan Polri telah menekan angka konflik sosial di sejumlah wilayah Indonesia sebesar 37,5 persen. Angka korban akibat konflik sosial juga turun hingga 77,1 persen.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) melantik Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto (kiri) bersama Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat (kedua kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Polri (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo. ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat, mengungkapkan Polri telah menekan angka konflik sosial di sejumlah wilayah Indonesia.
Hal tersebut disebabkan kehadiran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban khususnya di wilayah potensi rawan konflik.
Dijelaskannya, peristiwa konflik sosial mengalami penurunan sebesar 37,5 persen. Sementara itu, angka korban akibat konflik sosial juga turun hingga 77,1 persen.
Iklan
Jadi memang pada hakikatnya Polri ini berada di tempat-tempat kerawanan. Jadi polisi itu memang harus hadir di setiap tempat-tempat yang potensi menimbulkan konflik,”
ujar Wahyu melalui keterangannya, Jumat 9 Oktober 2026.
Ditambahkannya, dalam menjaga upaya kamtibmas terdapat 419 operasi besar yang dilakukan kepolisian. Sebanyak sembilan operasi terpusat dilaksanakan di Mabes Polri, sementara 410 operasi lainnya dilaksanakan di kewilayahan oleh polda di seluruh Indonesia.
Angka konflik sosial itu pun berhasil ditekan berkat pengoptimalan peran personel 40.924 Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Komitmen Polri adalah hadir melayani, mengamankan agenda bangsa, dan tanggap bencana bagi masyarakat,”
kata Wakapolri.
Jumlah tersebut, lanjut Wahyu, baru mencakup sekitar 55 persen dari total 83.762 desa di Indonesia. Hal tersebut jug sejalan dengan visi misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memperkuat struktur Polri di lini terbawah.
Menurutnya, Polsek menjadi sentra pelayanan ujung tombak Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemenuhan personel Bhabinkamtibmas akan terus dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pembukaan rekrutmen anggota Polri.
Sehingga, ketika itu semua pelayanan-pelayanan masyarakat di level terbawah ini terpenuhi, saya pikir masyarakat akan terlayani dengan baik. Jadi kalau mau cari polisi nggak sulit,”