Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Viral AWK Singgung Tip Turis Asing di Bali, Kadispar Malah Mengaku Belum Tahu!

Polemik tersebut mencuat setelah AWK menyinggung kebiasaan wisatawan asing memberikan tip kepada pekerja pariwisata.

Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna
Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (Foto: instagram aryawedakarna)

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya mengaku belum mengetahui polemik pernyataan anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau AWK, mengenai perbedaan pelayanan terhadap wisatawan lokal dan asing yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Maaf saya blm tahu hal ini,”

ujar Sumarajaya kepada Owrite saat dihubungi, Selasa, 13 Oktober 2026.

Polemik tersebut mencuat setelah AWK menyinggung kebiasaan wisatawan asing memberikan tip kepada pekerja pariwisata.

Pernyataan itu menuai reaksi warganet karena dinilai berkaitan dengan dugaan perbedaan keramahan pelayanan terhadap turis asing dan wisatawan domestik.

Iklan

Isu ini bermula dari pengalaman selebgram Ria Ricis yang mengaku mendapat pelayanan kurang ramah ketika hendak menggunakan jasa helikopter di Bali.

Dalam salah satu unggahan videonya, ia membandingkan sikap petugas yang dinilai lebih ramah saat melayani wisatawan asing dibandingkan wisatawan lokal.

Menanggapi video yang viral tersebut, AWK menyinggung kebiasaan turis asing yang dinilai lebih terbiasa memberikan tip setelah menerima pelayanan.

Nah kalau bule-bule itu, mereka udah biasa memberikan tip. Mungkin itu penyebab secara psikologi, orang-orang lokal di Bali ini mungkin lebih exciting untuk melayani bule,”

kata AWK, dikutip dari akun Instagram @lambe_turah.

Selain itu, AWK juga menyinggung wisatawan lokal yang menurut pengamatannya jarang meninggalkan tip dan lebih sering menawar harga.

Meski demikian, ia menegaskan tidak bermaksud menyamaratakan perilaku seluruh wisatawan domestik.

Saya perhatikan beberapa tempat kalau orang lokal tidak pernah meninggalkan tip, bahkan mereka (turis lokal) juga jarang juga yang menawar harga mungkin terlalu tega gitu,”

ucapnya.

AWK juga menyatakan tidak bermaksud membela wisatawan asing. Ia menegaskan bahwa wisatawan yang datang secara legal harus mendapatkan perlindungan, sedangkan wisatawan asing yang melanggar hukum tetap dapat dikenai tindakan, termasuk deportasi.

Semua turis yang datang ke Indonesia, ke Bali, harus dilindungi, harus dilindungi undang-undang, dan tidak ada diskriminasi,”

tandasnya.

Pernyataan AWK tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah warganet bahkan menyerukan boikot Bali dan mengajak wisatawan Indonesia mempertimbangkan destinasi lain untuk berlibur.

Salah satu warganet, pemilik akun @noni.nandini, menyampaikan kritik terhadap dugaan perbedaan pelayanan tersebut.

Turis Indonesia stop lah ke Bali. Sudahlah, ternyata orang Bali ramah kalau ada duitnya,”

tulis @noni.nandini.

Warganet lainnya, pemilik akun @apriliaharihi, menyebut sejumlah destinasi alternatif yang dapat dikunjungi wisatawan domestik.

Masih ada Lombok wisata pantai, wisata pantai Ujung Kulon, ada Belitung, Labuan Bajo, Kepulauan Derawan, dan lain-lain,”

tambah @apriliaharihi.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar