“Di tengah duka yang menyelimuti, BNPB memberikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, keberanian, serta pengabdian para almarhum dalam menjalankan tugas kemanusiaan,”
ujar Berton dalam keterangan resmi yang diterima Owrite.id, Minggu, 18 Oktober 2026.
BNPB juga menyampaikan doa bagi dua petugas yang mengalami luka bakar agar segera pulih. Sementara itu, keluarga korban diharapkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Keselamatan Petugas
Di balik upaya pemadaman karhutla, petugas menghadapi berbagai tantangan dan risiko di lapangan. Kondisi medan, perubahan arah angin, perkembangan titik api, serta dinamika situasi kebakaran membutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan tinggi dari seluruh personel.
Berton menegaskan keselamatan personel harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penanggulangan bencana, termasuk penanganan karhutla.
“Setiap langkah penanganan harus didukung oleh penilaian risiko yang cermat, pemantauan kondisi lapangan secara berkelanjutan, kesiapan jalur evakuasi, serta komunikasi dan koordinasi yang efektif antarpersonel maupun antarinstansi,”
ucap Berton.
Ia juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan perkembangan kondisi api, arah dan kecepatan angin, karakteristik medan, serta potensi bahaya saat mengambil keputusan di lapangan.
“Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pendukung, penerapan prosedur keselamatan, serta kemampuan mengevakuasi secara cepat dan tepat dinilai penting untuk meminimalkan risiko selama operasi pemadaman berlangsung,”
terang dia.
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, petugas pemadam, pengelola kawasan konservasi, aparat terkait, relawan, hingga masyarakat.
Sinergi tersebut diperlukan agar upaya pengendalian kebakaran berjalan efektif dan terukur sekaligus tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Di sisi pencegahan, BNPB mendorong peningkatan pengawasan di kawasan rawan kebakaran, pemantauan potensi titik api, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini dan kesiapan respons darurat.
“Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat,”
kata Berton.
BNPB juga mengajak seluruh pihak menjadikan peristiwa meninggalnya empat petugas di Bromo sebagai momentum untuk memperkuat komitmen penanggulangan bencana yang mengutamakan keselamatan manusia.