Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Daerah

Kebijakan Ganjil-Genap SPBU Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober 2026

Gubernur Bali I Wayan Koster, mengatakan kebijakan ganjil-genap yang sebelumnya berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, dan akan dilanjutkan hingga 23 Oktober 2026.

Sejumlah warga antre membeli BBM di SPBU kawasan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Sabtu (17/10/2026). Pemprov Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan aturan ganjil genap pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU berdasarkan plat nomor polisi kendaraan serta mengatur pengisian Pertalite maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal tiga liter bagi kendaraan roda dua per Sabtu (17/10) guna mengurai antrean pembelian BBM di Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Sejumlah warga antre membeli BBM di SPBU kawasan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali, Sabtu (17/10/2026). Pemprov Bali bersama PT Pertamina Patra Niaga memberlakukan aturan ganjil genap pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU berdasarkan plat nomor polisi kendaraan serta mengatur pengisian Pertalite maksimal 20 liter untuk kendaraan roda empat dan maksimal tiga liter bagi kendaraan roda dua per Sabtu (17/10) guna mengurai antrean pembelian BBM di Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang kebijakan pengaturan kendaraan berdasarkan nomor polisi ganjil-genap di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran antrean BBM setelah gangguan distribusi yang terjadi beberapa hari terakhir.

Gubernur Bali I Wayan Koster, mengatakan kebijakan ganjil-genap yang sebelumnya berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, dan akan dilanjutkan hingga 23 Oktober 2026.

Iklan

Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil-genap, yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambah mulai besok sampai hari Jumat, tanggal 23 Oktober nanti,”

kata Koster usai rapat koordinasi penanganan pasokan BBM di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar.

Menurut dia, penerapan kebijakan tersebut sebelumnya dinilai efektif membantu mengurai antrean kendaraan di SPBU. 

Pada akhir pekan hingga Senin, kondisi pelayanan BBM disebut mulai membaik dan antrean di sejumlah SPBU berkurang.

Kalau sudah bagus sebelum itu, kita akan evaluasi kembali segera,”

ujarnya.

Pilihan EditorNatania Longdong

BBM Langka di Bali, Bahlil: Stok Pertalite Tinggal 11-12 Hari

Koster juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus membantu Pertamina dalam menjaga kelancaran pelayanan BBM di lapangan. Koordinasi juga dilakukan bersama unsur TNI dan Polri untuk mendukung pengaturan kendaraan dan distribusi BBM.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan, gangguan pasokan BBM di Bali dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa. Akibatnya, cadangan BBM di Bali sempat turun sekitar tiga hingga empat hari.

Pemerintah kemudian meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM Bali dari kisaran 11–12 hari menjadi 15 hari. Jumlah kapal yang melayani distribusi BBM dari Jawa ke Bali juga ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal