Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.
Kamar Mesin Kapal
Dalam laporan awal kepada VTS Merak, kebakaran diinformasikan berasal dari kamar mesin kapal.
Petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.
Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat,”
ujar Yogie.
Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, seperti TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.
VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi keadaan darurat serta pengerahan bantuan di perairan sekitar lokasi kejadian,”
ungkapnya.
Yogie menegaskan bahwa proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,”
tambahnya.
Yogie mengungkapkan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.
Kami mengimbau seluruh operator kapal untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna melindungi penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut,”
imbuhnya.