Badan Pusat Statistik (BPS) menyoroti, harga telur ayam ras yang terus mengalami kenaikan. Tercatat per Oktober 2025, harga telur ayam ras tembus Rp100.000 per kilogram (kg) di Provinsi Papua.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, secara nasional rata-rata harga telur ayam ras sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Saat ini sebanyak 175 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga telur ayam ras.
“Ini harga telur ayam ras sudah di atas HAP sekarang rata-rata sudah Rp31.178 per kg. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras sudah naik terus, saat ini 175 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 Senin, 6 Oktober 2025.
Amalia mengungkapkan, harga tertinggi telur ayam ras sebesar Rp100.000 per kg. Sedangkan harga terendah di angka Rp23.300 per kg.
Dia menjelaskan, untuk harga tertinggi telur ayam ras pertama ada di Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp100.000 per kg, kedua Kabupaten Puncak Jaya Rp95.000 per kg, dan ketiga di Kabupaten Intan Jaya Rp90.000 per kg.
“Harga tertinggi telur ayam ras Rp100.000, dan harga terendah Rp23.300. Tertinggi ada di kabupaten Mamberamo Tengah, Puncak Jaya, dan Intan Jaya,” terangnya.
Di samping itu, Amalia juga meminta agar pemerintah bisa memperhatikan kenaikan harga telur ayam ras yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
“Mungkin Pak Sekjen yang perlu kita perhatikan adalah harga telur ayam ras,” imbuhnya.
