CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, negosiasi divestasi atau pelepasan saham sebesar 12 persen Freeport untuk Indonesia sudah tuntas.
Artinya, porsi saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) akan naik menjadi 63 persen, dari sebelumnya 51 persen.
Rosan mengaku, negosiasi yang dilakukan antara pemerintah dengan Freeport sudah rampung sepenuhnya. Namun, Rosan belum bisa memastikan kapan penandatanganan pelepasan saham oleh Freeport tersebut dilakukan.
“Insya Allah segera. Ini kan sedang proses tapi kesepakatannya sudah kita secure, yang kita negosiasikan sebenarnya sudah semuanya selesai ya. Sekarang tinggal melihat draft dari detailnya saja, tapi kesempatan prinsipnya itu sudah tercapai,” ujar Rosan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Lebih jauh Rosan menjelaskan, pemerintah mendapatkan tambahan saham Freeport sebesar 12 persen ini secara free of charge alias gratis. Meski demikian, implementasinya belum difinalisasi.
“Hasil negosiasi kami juga kan kita akan mendapatkan penambahan saham 12 persen ya akhirnya free of charge ya, jadi tidak ada biaya sama sekali. Implementasinya akan terus difinalisasi nanti dalam draft,” katanya.
Kesepakatan Belum Final
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas belum bisa berbicara jauh mengenai pelepasan saham tersebut.
Tony mengatakan bahwa negosiasi sudah mencapai kata final bila sudah ada hitam di atas putih.
“Kalau kami memang masih didiskusikan terus, kalau dikatakan sudah final kan kalau sudah disepakati, teken baru mungkin diterikatakan final. Tapi mungkin seperti itulah yang bisa saya sampaikan,” jelasnya.
Tony menyebut, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mencari pekerja korban longsor di tambang Freeport.
“Fokus kita masih di situ selama 27 hari yang lalu, karena sudah 27 hari. Jadi belum sempat lagi untuk bicara-bicara yang berikutnya,” tandasnya.

