Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan mengalihkan dana yang ditempatkan pemerintah di PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) ke bank lainnya. Hal ini karena masih rendahnya realisasi penyaluran kredit di BTN.
Pemerintah sendiri telah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun kepada lima Bank BUMN. Namun, hingga 30 September 2025 realisasi penyaluran kredit di BTN masih rendah hanya sebesar Rp4,8 triliun dari total penempatan dana pemerintah Rp25 triliun.
Purbaya memperkirakan, hingga akhir tahun 2025 BTN hanya mampu menyalurkan kredit sebesar Rp10 triliun. Sehingga sisa dana tersebut direncanakan akan dialihkan ke bank lainnya.
“Saya perkirakan dia paling bisa serap Rp10 triliun sampai akhir tahun, saya akan pindahkan Rp15 triliun ke bank yang lain. Kecuali besok dia menghadap saya dia bilang, dia sanggup,” ujar Purbaya di Jakarta International Convention Center (JICC), dikutip Jumat (10/102025).
Purbaya memaparkan, untuk penyaluran kredit di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sudah mencapai Rp40,6 triliun atau 74 persen dari total dana yang penempatan sebesar Rp55 triliun.
Kemudian di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sudah terealisasi Rp33,9 triliun atau 62 persen dari total dana Rp55 triliun. Lalu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) realisasi Rp27,6 triliun atau 50 persen dari Rp55 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terealisasi Rp5,5 triliun atau 55 persen dari total Rp10 triliun.
Namun demikian, Purbaya juga mewanti-wanti agar Bank BUMN tidak digunakan untuk membeli dolar.
“Jangan beli dolar ya, kalau beli dolar saya sikat dia. Saya penguasa Danantara juga masih bisa nyikat,” katanya.



