Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • Sepak Bola
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2025 
Ekonomi Bisnis

ADB Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2025 

Nisa-OWRITEAmin Suciady
Last updated: Desember 10, 2025 12:24 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi (Foto: pixabay)
SHARE

Asian Development Bank (ADB) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. Ekonomi RI diperkirakan tumbuh 5,0 persen, dari sebelumnya di 4,9 persen.

Berdasarkan laporan Asian Development Outlook (ADO), perkiraan pertumbuhan ekonomi itu didorong oleh kuatnya ekspor ke sejumlah negara diantaranya China, ASEAN, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa.

Proyeksi pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun 2025 telah dinaikkan menjadi 5,0 persen, dari 4,9 persen, akibat hasil kuartal ketiga yang lebih baik dari perkiraan, didorong oleh ekspor yang kuat ke Tiongkok, ASEAN, AS, dan Uni Eropa,”

tulis laporan itu Rabu, 10 Desember 2025.

Sedangkan untuk tahun depan, proyeksi pertumbuhan ekonomi juga dinaikkan dari 5,0 persen menjadi 5,1 persen untuk 2026. Pertumbuhan itu didorong oleh perbaikan permintaan domestik yang berasal dari stimulus fiskal dan moneter.

Di samping itu, ADB juga turut menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia yang sedang berkembang dan Pasifik untuk tahun 2025 dan 2026. Dinaikkannya perkiraan ini sejalan dengan ekspor yang lebih kuat dari perkiraan, serta meredanya ketidakpastian perdagangan setelah tercapainya sejumlah kesepakatan dagang dengan AS.

Sebagian ketidakpastian tersebut dapat diredakan dengan kesepakatan dagang, tetapi tantangan eksternal dan tantangan lain masih mengancam proyeksinya. Pemerintah di kawasan ini harus terus mendukung perdagangan terbuka dan investasi demi mempertahankan ketangguhan dan pertumbuhan,”

ujar Kepala Ekonom ADB Albert Park.

Albert menjelaskan, tetap kuatnya ekspor utamanya didorong oleh semikonduktor dan produk teknologi lainnya, penurunan inflasi, dan stabilnya kondisi keuangan telah menguatkan proyeksi pertumbuhan kawasan ini. 

Adapun perekonomian di kawasan ini diproyeksikan tumbuh 5,1 persen pada 2025 berkat pertumbuhan di India. Proyeksi untuk tahun depan turut dinaikkan 0,1 poin persentase menjadi 4,6 persen.

Fundamental perekonomian Asia dan Pasifik yang solid menopang kuatnya kinerja ekspor dan mantapnya pertumbuhan, meskipun lingkungan perdagangan global kurang mendukung akibat ketidakpastian luar biasa selama tahun ini,”

kata Albert.

ADB memproyeksikan, pertumbuhan RRT tahun ini naik menjadi 4,8 persen dari sebelumnya 4,7 persen, yang didorong oleh ekspor yang tangguh dan dilanjutkannya stimulus fiskal. Sementara proyeksi untuk 2026 masih di angka 4,3 persen. 

Lalu untuk India, pertumbuhan ekonomi tahun ini naik 0,7 poin persentase menjadi 7,2 persen. Hal ini mencerminkan pertumbuhan lebih kuat pada kuartal III karena pemotongan pajak mendukung konsumsi.

Kemudian proyeksi untuk sub kawasan Kaukasus dan Asia Tengah tahun ini direvisi naik menjadi 5,8 persen dari sebelumnya sebesar 5,5 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh kuatnya investasi publik, naiknya nilai remitansi, dan kokohnya permintaan domestik. 

Selain itu, inflasi di kawasan Asia yang sedang berkembang dan Pasifik diperkirakan makin mereda ke 1,6 persen pada 2025, dibandingkan sebelumnya di 1,7 persen. Hal ini terutama karena inflasi pangan di India lebih rendah daripada perkiraan.

Tag:asian development bankasian development outlook
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?
By Anisa Aulia
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
1
Viral! Anggota DPRD Jember Diduga Main Game dan Merokok saat Rapat, Tuai Sorotan Warganet
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Achmad Syahri As Siddiqi
2
Rupiah Amblas Lagi ke Rp17.614 per Dolar AS dan Cetak Rekor, Ini Biang Keroknya
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
3
Amblas ke Rp17.614 per Dolar AS, Rupiah Jadi Salah Satu Mata Uang Terlemah di Dunia?
By Anisa Aulia
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
4
Trump Bawa Raksasa Bisnis ke China, Tapi Pulang Dapat Deal Apa dengan Xi Jinping?
By Iren Natania
Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China
5

BERITA LAINNYA

Penggunaan listrik pada sebuah bohlam di warung.
Ekonomi Bisnis

Beli Token Rp200 Ribu Tapi kWh Berbeda? PLN Jelaskan Pola Konsumsi dan Pajak Daerah

PT PLN (Persero) membeberkan pola konsumsi energi serta berbagai komponen yang memengaruhi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
3 jam lalu
Pekerja di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). (Sumber: Dok. WEGE)
Ekonomi Bisnis

Mahendra Vijaya Pimpin WEGE, Ini Susunan Baru Direksi dan Komisaris Hasil RUPST

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menetapkan Mahendra Vijaya sebagai Direktur…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
4 jam lalu
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Lepas 1 Miliar Saham CUAN, Biar Apa?

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
7 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Darryl Ramadhan/kye)
Ekonomi Bisnis

Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, dan telah menyentuh level terdalam…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up