Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per Oktober sebesar US$423,9 miliar ada dalam kondisi baik. Menurutnya, posisi ULN Indonesia masih dalam kondisi sehat.
Myrdal mengatakan, perkembangan utang luar negeri Indonesia ada dalam kondisi baik. Sebab ketergantungan dalam negeri untuk pendanaan luar negeri mengalami penurunan.
Kalau saya lihat ini untuk perkembangan utang luar negeri Indonesia cukup baik ya. Karena kalau kita lihat dari ketergantungan dalam negeri untuk pendanaan luar negeri kelihatannya menurun ya,”
ujar Myrdal kepada owrite.
Meski posisi ULN Pemerintah mengalami pertumbuhan secara tahunan sebesar 4,7 persen secara year on year (yoy) menjadi US$210,5 miliar. Ia menilai, pertumbuhan itu sangat rendah hanya 0,3 persen yoy.
Itu pun juga kelihatannya dilakukan oleh pemerintah untuk keperluan prefunding tahun depan, ataupun juga kebutuhan untuk pemenuhan anggaran belanja pada akhir tahun. Tapi kelihatannya pemerintah sudah sangat efisien untuk menggunakan budget dari utang luar negeri untuk kebutuhan belanja mereka, jadi mereka kelihatannya tidak ingin menumpuk utang hanya untuk anggaran yang belum optimal terealisasi,”
jelasnya.
Sedangkan untuk posisi ULN swasta tercatat sebesar US$190,7 miliar pada Oktober 2025, atau turun ke US$190,7 miliar. Myrdal mengatakan, penurunan ULN ini karena pelaku usaha swasta ya untuk tidak mengandalkan pendanaan dari luar negeri.
Karena memang pada saat periode bulan Oktober terjadi posisi fluktuasi nilai tukar rupiah yang terhadap US Dolar. Jadi posisi rupiahnya melemah, pelaku usaha domestik juga tidak ingin terbebani dengan posisi utang luar negeri yang pembayarannya itu pasti lebih mahal kalau rupiahnya melemah,”
terangnya.
Selain itu, penurunan posisi ULN swasta karena ada kondisi untuk pemenuhan kebutuhan pembiayaan utang. Hal ini karena masih adanya ruang dari utang dalam negeri, melalui perbankan dalam negeri.
Myrdal menilai, saat ini kondisi utang luar negeri Indonesia masih dalam posisi sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,3 persen pada Oktober 2025,
Ini kan kalau kita lihat kemungkinan total utang utang pemerintah kita kemungkinan di bawah 40 persen, dan kita lihat juga untuk utang luar negeri secara total masih sehat, masih ada ruang. Jadi kalau kita lihat sih memang untuk struktur utang kita masih sangat baik ya, apalagi mayoritas utang luar negeri kita itu memiliki tenor jangka panjang,”
imbuhnya.
