Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengantongi penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp44,55 triliun hingga 30 November 2025. Penerimaan terbesar berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) senilai Rp34,54 triliun.
Adapun penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital ini diantaranya berasal dari PPN PMSE Rp34,54 triliun, pajak atas aset kripto Rp1,81 triliun, pajak fintech (peer-to-peer lending) Rp4,27 triliun, serta pajak yang dipungut pihak lain melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (Pajak SIPP) Rp3,94 triliun.
Realisasi penerimaan pajak digital yang mencapai Rp44,55 triliun mencerminkan semakin besarnya kontribusi ekonomi digital terhadap penerimaan negara,”
ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Rosmauli dalam keterangannya Senin, 29 Desember 2025.
Pemerintah sendiri hingga November sudah menunjuk 254 perusahaan sebagai pemungut PPN PMSE. Sebanyak tiga perusahaan baru ditunjuk yakni International Bureau of Fiscal Documentation, Bespin Global, dan OpenAI OpCo, LLC. Sedangkan satu perusahaan dicabut sebagai pemungut PPN PMSE, yakni Amazon Services Europe S.a.r.l.






