Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mewaspadai efek penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat (AS) ke Perekonomian Nasional. Ia menilai, kondisi itu akan memberikan dampak ke harga minyak dunia.
Airlangga menuturkan, dari hasil monitoring pemerintah, harga minyak dunia dalam satu hingga dua hari lalu tidak mengalami gejolak. Dia menyebut, harga minyak masih rendah di kisaran US$63 per barel.
Itu masih di monitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi harga minyak kita monitor kalau satu dua hari ini pun tidak tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi dan harga minyak relatif masih rendah kan masih sekitar US$63 per barrel,”
ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2025.
Airlangga menuturkan, hingga saat ini belum ada antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah, sebab pemerintah masih mewaspadai kondisi tersebut. Begitu juga, kerja sama Indonesia dan Venezuela masih terus dipantau sejalan dengan dinamika politik yang berkembang di negara tersebut.






