Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Di Balik Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen dan Retaknya Mesin Cipta Kerja RI
Ekonomi Bisnis

Di Balik Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen dan Retaknya Mesin Cipta Kerja RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 12, 2026 4:59 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Buruh dan karyawan keluar pabrik melintas di samping patung pendiri Sritex HM. Lukminto di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).
Buruh dan karyawan keluar pabrik melintas di samping patung pendiri Sritex HM. Lukminto di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). (Sumber: Antara Foto/Mohammad Ayudha/foc)
SHARE

Daya serap tenaga kerja Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi relatif rendah dan menurun saat ini. Padahal, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja merupakan dua indikator saling terikat erat untuk melihat kondisi perekonomian suatu negara.

Daftar isi Konten
  • Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Serap Tenaga Kerja
  • Digitalisasi Beri Efek Ganda
  • Serapan Tenaga Kerja versi Pemerintah

Pemerintah sendiri pada 2026 membidik pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, dan 5,2 persen pada 2025. Lantas berapa tenaga kerja yang bisa diserap dari target pertumbuhan ekonomi tersebut?

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan secara empiris, daya serap tenaga kerja Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi relatif rendah dan cenderung menurun. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2024-2025, menunjukkan bahwa tambahan angkatan kerja Indonesia berada di kisaran 3,5–3,7 juta orang per tahun, sedangkan penambahan penduduk bekerja sekitar 3,3–3,6 juta orang. 

Pengalaman historis Indonesia menunjukkan, elastisitas tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi hanya sekitar 0,2–0,3. Artinya, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi hanya menciptakan kurang lebih 250–300 ribu lapangan kerja baru.

Dengan asumsi tersebut, pertumbuhan ekonomi 5,4 persen secara realistis hanya mampu menyerap sekitar 1,3–1,6 juta tenaga kerja, sementara pada pertumbuhan 5,2 persen sekitar 1,2–1,5 juta tenaga kerja,”

ujar Rizal saat dihubungi owrite.

Rizal menilai, angka serapan tenaga kerja 1,3-1,6 juta untuk 2026, dan 1,2-1,5 juta pada 2025 masih jauh di bawah angka tambahan angkatan kerja tahunan. Sebab secara bersih masih menyisakan tekanan pengangguran terbuka, setengah menganggur, dan pergeseran ke sektor informal. 

Fakta bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tidak turun drastis meskipun pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kesimpulan ini,”

katanya.

Target Pertumbuhan Ekonomi Tak Bisa Serap Tenaga Kerja

Dengan demikian jelas Rizal, target pertumbuhan 5,2 persen dan 5,4 persen belum cukup secara kuantitatif untuk menyerap seluruh tambahan tenaga kerja Indonesia. Ia menilai, target pertumbuhan itu hanya berfungsi sebagai penyangga agar angka pengangguran tak melonjak.

Pertumbuhan tersebut lebih berfungsi sebagai buffer agar pengangguran tidak melonjak, bukan sebagai instrumen efektif untuk menurunkannya. Tanpa perubahan struktur pertumbuhan menuju sektor yang lebih padat karya dan produktif, gap antara pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja akan tetap melebar,”

ucapnya.

Adapun sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Indonesia hingga saat ini adalah pertanian, perdagangan, dan jasa. Dalam hal ini sektor pertanian masih menjadi penopang utama karena mencakup kegiatan yang luas seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan, terutama di wilayah pedesaan. 

Sementara itu, sektor perdagangan dan jasa berkembang pesat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, sehingga mampu menyediakan banyak lapangan pekerjaan dengan tingkat keterampilan yang beragam,”

katanya.

Digitalisasi Beri Efek Ganda

Pengunjung memperhatikan perangkat berbasis AI di AI Innovation Hub di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025).
Pengunjung memperhatikan perangkat berbasis AI di AI Innovation Hub di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Raisan Al Farisi/nym)

Di sisi lain, digitalisasi juga memberikan dampak ganda terhadap ketenagakerjaan. Rizal berpandangan, di satu sisi digitalisasi membuka peluang kerja baru di bidang ekonomi digital, teknologi informasi, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis online.

Di satu sisi, digitalisasi dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja pada pekerjaan yang bersifat rutin dan manual,”

katanya.

Oleh karena itu, Rizal menilai bahwa digitalisasi tidak secara langsung meningkatkan pengangguran. Namun, hanya mengubah jenis pekerjaan yang dibutuhkan.

Sehingga peningkatan keterampilan dan kemampuan adaptasi menjadi hal yang sangat penting,”

katanya.

Serapan Tenaga Kerja versi Pemerintah

Sementara itu, berdasarkan data terakhir Kementerian Investasi/BKPM, hingga kuartal III-2025 penyerapan tenaga kerja sebanyak 696.478 orang, dari hasil realisasi investasi sebesar Rp491,4 triliun. 

Bila dirinci, kontribusi tenaga kerja dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 246,4 ribu, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 450,1 ribu orang.

Penyerapan tenaga kerja yang dilaporkan adalah 696.478 orang penyerapan tanaga kerja di Indonesia dari hasil investasi kuartal III-2025,”

ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )

Di samping itu, berdasarkan data terakhir BPS, jumlah masyarakat Indonesia yang menganggur mencapai 7,46 juta orang per Agustus 2025. Dari total tersebut pengangguran karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 58 ribu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud mengatakan total pengangguran di Indonesia karena di PHK sebesar 0,77 persen dari total jumlah pengangguran.

Jadi dari total pengangguran sebesar 0,77 persen adalah yang sebelumnya terkena PHK setahun yang lalu,”

ujar Edy dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS.

Edy menjelaskan, sektor yang paling banyak melakukan PHK berasal dari industri pengolahan sebanyak 22,8 ribu, perdagangan 9,7 ribu, serta sektor pertambangan sebesar 7,7 ribu.

Pengangguran yang terkena PHK paling banyak berasal dari industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan,”

jelasnya.

Sedangkan berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan melalui situs Satudata Kemnaker, pekerja korban PHK mencapai 79.302 orang pada periode Januari-November 2025, dari data per Oktober yang sebesar 70.244 orang.

Kemnaker mencatat, tenaga kerja paling banyak terkena PHK pada periode Januari-November ada di Provinsi Jawa Barat sebanyak 17.234 orang, atau 21,73 persen dari total tenaga kerja ter-PHK.

Berikut daftar lima provinsi paling banyak PHK:

  • Jawa Barat: 17.234 orang ter-PHK
  • Jawa Tengah: 14.005 orang ter-PHK
  • Banten: 9.216 orang ter-PHK
  • DKI Jakarta: 5.710 orang ter-PHK
  • Jawa Timur: 4.886 orang ter-PHK
Tag:Berita PentingBPSlapangan kerjaPertumbuhan EkonomiPHKSpillTenaga Kerja
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Kabar Pemerintah Bakal Hapus Aturan Defisit APBN 3 Persen dari PDB

Pemerintah dikabarkan akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up