Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pengusaha Ungkap Aktivitas Ekonomi Tertekan dan Daya Beli Menurun Imbas Banjir Jakarta

Banjir dampak besar terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat transportasi penerbangan layanan logistik hotel hingga restoran sepi pengunjung

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang (Foto: Instagram sarmansimanjorang)

Beberapa waktu ini hujan terus mengguyur Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dan menyebabkan banjir di jalan hingga pemukiman warga.

Banjir pun memberikan dampak besar terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan di Jakarta kerugian ekonomi terjadi di berbagai sektor seperti perdagangan atau ritel.

Iklan

Hal ini menyebabkan masyarakat khawatir ke luar rumah akibat informasi banjir yang merata.

Membuat berbagai pusat perdagangan seperti Tanah Abang, Mangga Dua, Glodok, Gunung Sahari, Kelapa Gading dan mall, dan lain-lain sepi pengunjung,”

ujar Sarman dalam keterangan resmi Jumat, 16 Januari 2026.

Selain itu jelas Sarman, banjir transportasi darat terjebak macet, penundaan dan pengalihan penerbangan, layanan logistik mulai dari hotel hingga restoran sepi pengunjung. Termasuk berbagai destinasi wisata di Jakarta sepi seperti Ancol, TMII, Ragunan, dan Kota Tua.

Akibatnya kata Sarman, perputaran uang akibat banjir di wilayah Jabodeta turun signifikan karena pergerakan warga yang terbatas. Namun, ia tidak membeberkan berapa angka kerugian akibat banjir ini.

Kerugian ekonomi akibat perputaran uang yang stagnan mencapai triliunan, kita tidak dapat menyebutkan angkanya karena datanya yang sangat kompleks,”

ujarnya.

Namun yang jelas kata Sarman, banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya sangat mempersempit aktivitas ekonomi dan bisnis. Sehingga menekan daya beli, dan otomatis akan menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia pun meminta, Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah dan mitigasi agar masalah banjir tidak mengetahui aktivitas masyarakat setiap musim penghujan.

Terlalu mahal kerugian yang kita tanggung jika masalah banjir ini menjadi momok yang tidak bisa diselesaikan. Karena disamping kerugian ekonomi dan infrastruktur, masalah kesehatan warga juga menjadi taruhan, apalagi sampai memakan korban jiwa,”

tambahnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.