Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai, mata uang rupiah yang kini sudah berbalik ke level Rp16.700, dari sebelumnya hampir menyentuh Rp17.000 masih jauh di bawah nilai fundamentalnya alias undervalue.
Perry mengatakan, nilai tukar rupiah akan terus menguat ke depannya. Penguatan itu tidak akan terjadi dalam jangka pendek sebagaimana yang terjadi beberapa hari terakhir.
Ya (rupiah masih undervalued). Nilai tukar secara fundamental akan menguat,”
ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Kantor Kemenkeu, Selasa, 27 Januari 2026.
Perry mengatakan, ada beberapa indikator fundamental rupiah yakni inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi yang membaik, dan didukung oleh aliran investasi yang masih terus masuk ke dalam negeri.






