Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi 0,15 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Januari 2026. Deflasi terbesar berasal dari cabai merah hingga tarif angkutan udara.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan dengan deflasi ini maka Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami penurunan menjadi 109,75 pada Januari 2026, dari Desember sebesar 109,92.
Pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen mtm, atau penurunan IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menurun menjadi 109,75 pada Januari 2026,”
ujar Ateng dalam konferensi pers Senin, 2 Februari 2026.
Ateng menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang deflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,03 persen, dengan memberikan andil deflasi 0,30 persen






