Maka dari itu, Riefky memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 akan tumbuh di angka 5,18 persen secara year on year (yoy), dengan rentang estimasi di 5,10 persen hingga 5,25 persen.
Dan 5,05 persen yoy untuk keseluruhan tahun 2025, rentang estimasi 5,03 persen sampai 5,07 persen,”
jelasnya.
Sementara itu untuk tahun 2026, Riefky memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan di angka 4,9 persen hingga 5,3 persen. Angka ini lebih rendah dari target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang sebesar 5,4 persen untuk 2026.
Kami cenderung pesimis bahwa transformasi struktural akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Oleh karena itu, kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia akan stagnan di sekitar 4,9 persen hingga 5,3 persen sepanjang tahun 2026,”
tuturnya.
Riefky pun menyoroti, kondisi Indonesia menjelang akhir tahun. Sebab pada rentang waktu itu Indonesia menghadapi berbagai kejadian bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di berbagai daerah yang menimbulkan korban nyawa dan kerugian ekonomi dalam jumlah besar.
Kondisi ini diperparah dengan tidak memadainya respons tanggap darurat bencana dan buruknya koordinasi antar lembaga pemerintah dalam menangani krisis,”
tuturnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 akan ada di angka 5,2 persen.
Kita sih masih pengen 5,2 persen, tapi saya nggak tau BPS akan seperti apa nanti kita tunggu,”
ujar Purbaya di Kompleks DPR RI.
Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekonomi RI pada kuartal I-2025 tumbuh sebesar 4,87 persen secara yoy, kemudian pada kuartal II-2025 tumbuh 5,12 persen secara yoy, dan pada kuartal III-2025 melambat di 5,04 persen.
Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Lalu pada kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 5,02 persen.