Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Tepis Kecurigaan Menkes soal Tak Ada Duit PBI BPJS, Purbaya: Uang Saya Banyak

Purbaya menyebut anggaran untuk program PBI BPJS Kesehatan sudah tersedia dengan total alokasi Rp56,464 triliun pada 2026.

Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Jakarta Selatan
Pelayanan BPJS Kesehatan (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak ada pengurangan anggaran untuk membiayai program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) BPJS Kesehatan. Ia mengatakan, anggaran untuk program tersebut sudah tersedia dengan total alokasi Rp56,464 triliun pada 2026.

Purbaya menjelaskan, dari total alokasi PBI JK tahun ini sebesar Rp46,464 triliun sudah masuk ke dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Kesehatan dan siap digunakan. Sedangkan sisa anggaran masih diblokir oleh Kementerian Keuangan.

Jadi kita udah alokasikan untuk PBI JK tahun 2026 itu sebesar Rp56,464 triliun, yang Rp46,464 triliun itu udah masuk dalam DIPA Kementerian Kesehatan dan sudah siap digunakan. Yang Rp10 triliun lagi juga dalam DIPA Kementerian Kesehatan ini masih diberikan catatan, masih diblokir menunggu dasar kebijakan lebih lanjut,”

ujar Purbaya dalam rapat bersama DPR RI Senin, 9 Februari 2026.

Purbaya menjelaskan, masih diblokirnya anggaran Rp10 triliun itu karena pihaknya masih menunggu kejelasan dari Kementerian Kesehatan untuk pemanfaatannya.

Iklan

Jadi tergantung Kementerian Kesehatan maunya apa, mau diapain, kita belum clear. Mau dipakai dia untuk membiayai PBI atau menaikkan modal iuran terserah, tapi sampai sekarang belum putus. Begitu keluar besok saya bayar,”

terangnya.

Purbaya menuturkan, Kemenkeu juga mencadangkan anggaran PBI JK sebesar Rp10 triliun dalam pos Bendahara Umum Negara (BUN). Anggaran itu katanya, juga masih menunggu kebijakan lebih lanjut.

Jadi kalau Anda kurang (BPJS Kesehatan) cepat-cepat minta ke Kementerian Kesehatan, biar diberesin kebijakan yang mau diapain, saya keluarkan secepatnya, uangnya ada,”

terangnya.

Di samping itu, Bendahara Negara ini juga membantah isu bahwa pencairan PBI JKN tersendat karena masalah kas negara. Ia menyatakan, saat ini posisi keuangan pemerintah aman.

Jadi tadi Menteri Kesehatan klaim katanya uangnya lambat gara-gara mereka curiga saya enggak punya uang. Uang saya banyak, tahun lalu aja Rp270 triliun cash, enggak bisa dipakai itu. Tapi udah luar anggaran, jadi ke dalam cash, isu cash nggak ada masalah, Anda minta saya kasih,”

tegasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.