Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pemerintah Gelontorkan Stimulus di Momen Lebaran, Seberapa Besar Dampaknya?
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Gelontorkan Stimulus di Momen Lebaran, Seberapa Besar Dampaknya?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 11, 2026 2:53 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Ilustrasi beras SPHP (Sumber: Badan Pangan Nasional)
Ilustrasi beras SPHP (Sumber: Badan Pangan Nasional)
SHARE

Pemerintah menggelontorkan sejumlah stimulus pada kuartal I-2026. Stimulus ini berupa diskon transportasi dan bantuan pangan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026.

Diskon transportasi ini diberikan untuk kereta api, kapal laut, dan pesawat pada periode libur Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026, dengan besaran anggaran Rp911,16 miliar. 

Sedangkan bantuan pangan diberikan selama dua bulan yakni pada Februari dan Maret, berupa beras 10 kilogram (kg) dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan secara momentum, pemerintah cukup sigap dalam merancang dan menilai pemberian stimulus pada kuartal I-2026. Namun, efektivitas stimulus perlu dilihat secara lebih proporsional.

Kombinasi antara stimulus fiskal dan peningkatan konsumsi musiman diharapkan mampu mengangkat kinerja ekonomi pada awal tahun. Namun, efektivitas stimulus tersebut perlu dilihat secara lebih proporsional,”

ujar Yusuf saat dihubungi owrite Rabu, 11 Februari 2026.

Yusuf mengatakan, jika dibandingkan dengan kuartal I-2025, nilai stimulus yang direncanakan pada kuartal I-2026 relatif lebih kecil. Padahal, pada 2025, pemerintah juga memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran sebagai pendorong pertumbuhan. 

Artinya, meskipun timing kebijakannya tepat, daya dorong stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini kemungkinan tidak akan sebesar tahun lalu karena skala intervensinya lebih terbatas,”

jelasnya.

Yusuf memproyeksikan, dengan adanya stimulus yang diberikan pemerintah pada momen Hari Besar Keagamaan Ramadan dan Idul Fitri, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 diproyeksi tumbuh 5 persen.

Kami prediksikan di sekitar 5,0 persen hingga 5,1 persen,”

jelasnya.

Yusuf menjelaskan, kinerja stimulus sangat ditentukan oleh tiga hal utama. Pertama besaran anggaran, kedua sasaran penerima, dan ketiga jenis stimulus yang diberikan. 

Ia menuturkan, jika tujuan pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, maka stimulus yang langsung menyentuh daya beli dan konsumsi masyarakat menjadi kunci. 

Program seperti bantuan sosial, subsidi pangan, maupun insentif yang menurunkan beban pengeluaran rumah tangga akan lebih cepat memicu perputaran ekonomi,”

jelasnya.

Yusuf mengatakan, salah satu contoh stimulus yang cukup efektif pada tahun lalu berupa diskon tarif listrik. Kebijakan ini terbukti mampu menambah ruang belanja masyarakat sehingga konsumsi meningkat. 

Maka dari itu, dia mengatakan bahwa ke depan instrumen serupa masih relevan untuk dipertimbangkan, terutama guna menjaga daya beli rumah tangga.

Di samping itu, cakupan stimulus juga perlu diperluas. Dalam hal ini, kelompok kelas menengah tidak bisa diabaikan sebab, mereka merupakan kontributor besar terhadap konsumsi domestik. 

Jika kelas menengah mengalami tekanan, maka dorongan pertumbuhan ekonomi akan terbatas meskipun bantuan untuk kelompok bawah sudah berjalan,”

ujarnya.

Kemudian dari sisi pengawasan, Yusuf mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya sudah memiliki pengalaman, karena skema stimulus yang diberikan relatif mirip dengan tahun sebelumnya. 

Namun dia menekankan, pengawasan distribusi barang selama Ramadan dan Idul Fitri menjadi hal penting. Sebab, kelancaran akan menentukan daya beli masyarakat.

Kelancaran pasokan dan stabilitas harga pangan menjadi krusial, karena lonjakan harga secara langsung menggerus daya beli masyarakat dan berpotensi menahan laju konsumsi pada kuartal I-2026,”

imbuhnya.
Tag:fiskalHarga Panganidul fitriLebaranPertumbuhan Ekonomiramadanstimulus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
3
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
4
Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN
By Anisa Aulia
Kereta Cepat Whoosh
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up