Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana impor bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat (AS) senilai US$15 miliar atau setara dengan Rp252,3 triliun (dengan kurs Rp16.830). Rencana ini akan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Paman Sam.
Bahlil menekankan bahwa rencana tersebut masuk dalam kerangka pembicaraan kerja sama perdagangan (trade) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Ya, total salah satu yang kita… tadi juga dibahas itu. Salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah kita akan membeli BBM sebesar 15 billion US dolar. Itu terdiri dari LPG, kemudian dari crude-nya, kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan itu,”
kata Bahlil usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menyebut, rencana pembelian energi tersebut akan menjadi bagian dari agenda bilateral saat Presiden bertolak ke Amerika Serikat.






