Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Utang Pemerintah Akhir 2025 Tembus Rp9.637,90 Triliun, Masih Aman?

Adapun posisi utang pemerintah masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN). Bila dirinci, utang dalam bentuk SBN sebesar Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen. Sedangkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun atau 12,98 persen.

Gambar ilustrasi utang pemerintah (Gambar dibuat oleh AI)
Gambar ilustrasi utang pemerintah (Gambar dibuat oleh AI)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, posisi utang pemerintah menembus angka Rp9.637,90 triliun per Desember 2025. Jumlah itu naik dari laporan terakhir di kuartal III-2025 yang sebesar Rp9.408,64 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) melalui laman resminya mengatakan, posisi utang di akhir 2025 itu setara 40,46 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Adapun posisi utang pemerintah masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN). Bila dirinci, utang dalam bentuk SBN sebesar Rp8.387,23 triliun atau 87,02 persen. Sedangkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp1.250,67 triliun atau 12,98 persen.

Iklan

Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik. Komposisi utang Pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,02 persen,”

tulis DJPPR dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto memastikan posisi utang pemerintah dalam posisi yang aman pada akhir Desember 2025.

Pemerintah memberikan assurance level utang pemerintah dalam level yang aman, dan risikonya terus dikelola dengan baik dan portfolio-nya optimal,”

ujar Suminto dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2025.

Sebagai informasi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas aman rasio utang pemerintah Indonesia maksimal 60 persen dari PDB.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal