Indonesia akan melakukan impor beras 1.000 ton per tahun, dan jagung setiap tahunnya dari Amerika Serikat (AS). Komitmen ini sejalan dengan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengatakan persetujuan impor ini hanya untuk beras khusus, yang realisasinya tergantung pada permintaan dalam negeri.
Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,”
ujar Haryo dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 23 Februari 2026.
Haryo menjelaskan, dalam lima tahun terakhir Indonesia tidak melakukan impor beras dari AS. Menurutnya, komitmen impor beras 1.000 ton hanya 0,00003 persen dari total produksi beras nasional.






