Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Trump Gunakan Tarif Jadi Senjata Politik, Pengamat China Sebut Rantai Pasok Global Terancam
Ekonomi Bisnis

Trump Gunakan Tarif Jadi Senjata Politik, Pengamat China Sebut Rantai Pasok Global Terancam

dusep-malik
Last updated: Februari 23, 2026 9:22 am
By
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
- Redaktur
5 bulan lalu
Share
Konfrensi Pers Presiden AS Donald Trump
Konfrensi Pers Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram/Whitehouse)
SHARE

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu gejolak perdagangan global. Pada Sabtu 21 Februari 2026 waktu setempat, Trump menyatakan akan menaikkan tarif global menjadi 15 persen.

Daftar isi Konten
  • Dinilai Jadi Senjata Politik
  • Ketidakpastian Global Menguat

Langkah tersebut diumumkan hanya sehari setelah Mahkamah Agung AS memutuskan kebijakan tarif luas pemerintahan Trump yang diberlakukan melalui undang-undang keadaan darurat nasional sebagai tindakan ilegal.

Mengutip laporan Kantor Berita Xinhua, Trump sebelumnya berencana menerbitkan perintah eksekutif untuk menerapkan tarif global 10 persen sebagai pengganti sebagian tarif darurat yang dibatalkan pengadilan. Namun, dalam unggahan media sosial terbarunya, ia langsung menaikkan angka tersebut menjadi 15 persen.

Trump beralasan tarif tersebut merupakan batas yang “diizinkan dan telah diuji secara hukum.” Ia juga menuding banyak negara selama puluhan tahun telah memanfaatkan AS tanpa konsekuensi.

Sejumlah media internasional, termasuk Associated Press, menyebut kenaikan tarif ini sebagai bukti penggunaan kebijakan perdagangan yang tidak terduga. Bahkan Bloomberg melaporkan sejumlah staf Gedung Putih terkejut dengan keputusan tersebut karena diumumkan kurang dari 24 jam setelah tarif 10 persen dipaparkan.

BBC juga melaporkan, kebijakan itu membuat pelaku usaha AS harus membayar tarif impor 15 persen untuk sebagian besar barang yang masuk ke negara tersebut berdasarkan Section 122 Trade Act 1974.

Dinilai Jadi Senjata Politik

Peneliti Chinese Academy of Social Sciences, Gao Lingyun, menilai kebijakan tarif terbaru itu bersifat sewenang-wenang dan digunakan sebagai senjata politik.

Menurut Gao, kebijakan perdagangan seharusnya didasarkan pada evaluasi ekonomi yang matang, bukan preferensi politik. Ia memperingatkan bahwa perubahan mendadak ke tarif seragam 15 persen berpotensi mengguncang stabilitas perdagangan global.

Jika tarif diterapkan secara universal, lanskap persaingan relatif tidak banyak berubah. Namun kenaikan tarif tetap berdampak negatif karena meningkatkan biaya secara menyeluruh,”

ujar Gao, seperti dikutip Global Times, Senin, 23 Februari 2026.

Ia menambahkan, bagi negara seperti Inggris dan Australia, tarif 15 persen justru lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya, bagi China, Vietnam, India, dan Brasil, angka tersebut relatif lebih rendah dari beban tarif sebelumnya.

Meski demikian, Gao menegaskan bahwa kenaikan tarif dalam bentuk apa pun tetap berisiko mengganggu rantai pasok global yang selama ini saling terhubung erat.

Ketidakpastian Global Menguat

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan akan terbang ke Washington dengan membawa posisi bersama Uni Eropa. Ia memperingatkan tambahan ketidakpastian merupakan “racun” bagi perekonomian global dan menegaskan tarif baru AS merugikan semua pihak.

Mantan penasihat perdagangan pemerintah Inggris, Allie Renison, menyebut kebijakan terbaru ini membuat lanskap perdagangan semakin rumit. Dunia usaha kini menghadapi pendekatan tarif yang tidak konsisten.

Data Federal Reserve Bank of New York yang dirilis 12 Februari 2026 menunjukkan hampir 90 persen tarif pada 2025 pada akhirnya ditanggung oleh konsumen dan perusahaan AS sendiri.

Tarif 10 persen sebelumnya dijadwalkan berlaku mulai 24 Februari 2026. Namun belum ada kepastian apakah tarif 15 persen akan diberlakukan pada tanggal yang sama.

Gao mengingatkan, penyesuaian tarif yang berubah-ubah dan cenderung sepihak dapat mengikis kepastian kebijakan, melemahkan aturan perdagangan bebas, serta mengganggu stabilitas rantai pasok global. Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya merugikan mitra dagang AS, tetapi juga berpotensi berbalik menghantam perekonomian Amerika sendiri.

Tag:perdagangan globalRantai pasok globalSenjata politiktarif dagangTarif imporTrump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Arti Istilah “Orang Have” hingga “Orang Not Yet”, Bahasa Gaul Gen Z yang Lagi Viral di Media Sosial
By Ani Ratnasari
Ilustrasi percakapan gen z
1
Digiring KPK dengan Rompi Oranye, Bupati Pemalang Anom Minta Maaf Usai Kena OTT
By Rahmat Baihaqi
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditahan KPK usai kena OTT.
2
Putusan MK Diabaikan, Prabowo Harus Tegas soal Wamen yang Masih Rangkap Komisaris BUMN
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo saat memimpin Ratas
3
Jangan Paksa Smelter Bangun Rantai Nilai LTJ Sendiri, Ini Usulan Industri Nikel
By Natania Longdong
Pemurnian dan peleburan nikel (Sumber: Dok Ifishdeco)
4
Survei Meroket Lewati Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Tinggalkan Gerindra demi Capres 2029?
By Rahmat Tunny
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) berjalan menuju ruangan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025).
5

BERITA LAINNYA

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Tak Sejalan Lagi, Rupiah Melemah ke Rp18.111 per Dolar AS Tapi IHSG Menguat 1,56 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup bertolak belakang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 menit lalu
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Apkasi Keluhkan DBH Sawit Ciptakan Ketimpangan: Daerah Penghasil Tetap Miskin

Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) membongkar ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
27 menit lalu
Pekerja mengumpulkan biji buah sawit yang terpisah dari tandanya di salah satu pengepul di Pangalle, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Kamis (11/6/2026).
Ekonomi Bisnis

BPDP Kantongi Rp22,7 Triliun dari Pungutan Sawit di Semester I-2026

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat penerimaan dana pungutan ekspor kelapa sawit…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP Zaid Burhan Ibrahim (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Tak Lagi Andalkan CPO, 80 Persen Ekspor Sawit RI Kini Didominasi Produk Hilirisasi

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPBD) mengungkapkan ekspor sawit Indonesia 80 persen sudah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up