Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Soal Tunda Impor Pikap dari India, Bos Agrinas: Saya Taat Pemerintah Tidak Individu

Sampai dengan saat ini belum ada keputusan dari Agrinas untuk menunda impor 105 ribu unit pikap dan truk dari India.

Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Sumber: Instagram @bung.joaomota)
Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Sumber: Instagram @bung.joaomota)

Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota merespons penolakan impor mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia menyatakan, pihaknya hanya taat kepada pemerintah, bukan individu.

Joao mengatakan, hingga saat ini belum ada keputusan dari Agrinas untuk menunda impor 105 ribu unit pikap dan truk dari India. Sebagai BUMN katanya, Agrinas akan taat kepada pemerintah.

Yang menolak ini siapa? Karena saya ini kan BUMN saya pasti taat kepada pemerintah, dan taat kepada pemerintah di sini kan pasti kepada pemerintah dan rakyat. Jadi kami hanya, kami setia kepada negara dan rakyat, tidak kepada individu atau kelompok tertentu yang menolak,”

ujar Joao di Jakarta, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.
Agrinas Impor Mobil Pikap Mahindra & Mahindra dari India. (Sumber: Dok. Mahindra)
Agrinas Impor Mobil Pikap Mahindra & Mahindra dari India. (Sumber: Dok. Mahindra)

Joao pun merespons pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco yang meminta agar impor pikap ini ditunda. Ia mengatakan, akan bertemu dengan Dasco untuk memberikan penjelasan secara detail.

Iklan

Saya akan memintakan waktu kepada Pak Dasco untuk menyampaikan kepada beliau juga karena mungkin selama ini beliau hanya mendengarkan dari satu sisi. Jadi sekarang saya pun akan mencoba mencari waktu beliau,”

jelasnya.

Namun kata Joao, apabila Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memerintahkan agar kontrak pengadaan pikap itu dibatalkan, maka ia akan mengikuti arahan tersebut.

Apabila negara memerintahkan kami dan DPR memerintahkan kami untuk membatalkan kontrak ini ya, kami akan meminta arahan kepada pihak-pihak yang meminta kami untuk membatalkan kontrak ini. Untuk arahan dan bimbingan untuk bagaimana melakukan pengadaan selanjutnya sehingga bisa mengakomodir yang mereka inginkan,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.