Harga minyak dunia kini sudah melambung tinggi mencapai US$82 per barel. Kondisi ini dipicu oleh situasi yang memanas akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel kepada Iran.
Kondisi ini salah satunya direspons Iran dengan menutup Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur strategis perjalanan global. Pasalnya Selat Hormuz merupakan pintu keluar-masuk utama di negara kawasan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengatakan Indonesia sudah mengeluarkan jutaan dolar untuk mengimpor minyak dan gas (migas) dari kawasan Timur Tengah.







