Lalu impor non migas Indonesia dari Oman sebesar US$718,8 juta. Impor ini utamanya berupa besi dan baja sebesar US$590,5 juta, bahan bakar organik US$56,7 juta. Kemudian garam, belerang, batu dan semen senilai US$44,2 juta.
Sedangkan impor RI dari UEA tercatat sebesar tercatat sebesar US$1,4 miliar sepanjang 2025. Hal ini diantaranya logam mulia dan perhiasan senilai US$511,1 juta.
Kemudian garam, belerang dan batu semen atau HS25 kita mengimpor sebesar US$43,2 juta. serta aluminium dan barang daripadanya atau HS76 Itu mengimpor sebesar US$181,6 juta,”
jelasnya.
Komoditas Ekspor RI ke Timur Tengah
Di samping itu, Ateng menjelaskan Indonesia juga melakukan ekspor non migas ke Iran sebesar US$249,1 juta. Ekspor ini berupa buah-buahan senilai US$86,4 juta, kendaraan dan bagiannya US$34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan nabati US$22 juta.
Ateng menuturkan untuk ke Oman, Indonesia melakukan ekspor non migas sebesar US$428,8 juta. Hal ini berupa lemak dan minyak hewan nabati US$227,7 juta, kendaraan dan bagiannya US$64,2 juta, serta bahan mineral US$48,1 juta.
Selanjutnya, ekspor RI ke UEA sepanjang 2025 sebesar US$4 miliar. Ekspor it berupa logam mulia dan perhiasan US$183,6 juta, lemak dan minyak hewan nabati US$510,3 juta, serta ekspor kendaraan dan bagiannya US$363,5 juta.
Ekspor-Impor RI di Awal 2026
Lebih lanjut Ateng menjelaskan, pada Januari 2026 Indonesia juga melakukan impor beberapa komoditas. Indonesia melakukan ekspor sebesar US$18,5 juta. Komoditas yang diekspor berupa buah-buahan senilai US$9,1 juta, lemak dan minyak hewan nabati US$2,1 juta, serta kendaraan dan bagiannya US$2,0 juta.
Untuk impor non migas, Indonesia paling banyak melakukan impor dari Iran berupa buah-buahan sebesar US$2 juta atau sekitar 94,07 persen dari total impor Indonesia dari negara tersebut.
Kemudian juga mesin dan peralatannya mekanik serta bagiannya atau HS84 US$113,4 ribu impor Indonesia dari Iran atau 5,30 persen,”
jelasnya.