Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Iran Tutup Selat Hormuz, Stok BBM RI Ternyata Cuma Cukup 20 Hari

Pemerintah mengakui situasi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada pergerakan harga minyak dunia, meski stok BBM nasional diklaim aman.

Petugas Pertamina Mengisi BBM. (Sumber: Unsplash/Visual Karsa)
Petugas Pertamina Mengisi BBM. (Sumber: Unsplash/Visual Karsa)

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan dan harga minyak global. Pemerintah Indonesia mengakui situasi geopolitik di Timur Tengah berdampak pada pergerakan harga minyak dunia, meski stok bahan bakar minyak (BBM) nasional diklaim masih aman untuk sementara waktu.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa cadangan BBM nasional saat ini masih mencukupi untuk 20 hari ke depan.

Masih cukup, 20 hari,”

kata Bahlil saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.

Ia mengatakan telah dipanggil Presiden untuk membahas kondisi terkini, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz terhadap pasokan minyak dunia. Indonesia, kata Bahlil, masih melakukan impor minyak, terutama menjelang kebutuhan energi yang meningkat sebelum Lebaran.

Iklan

Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,”

ujarnya.

Selain itu, harga minyak mentah global juga mulai menunjukkan kenaikan. Bahlil mengakui adanya perubahan harga tersebut.

Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik,”

bebernya.

Meski demikian, ia memastikan hingga kini belum ada dampak langsung terhadap subsidi energi dalam negeri.

Sampai hari ini nggak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timteng,”

ucapnya.

Sebagai langkah mitigasi, Bahlil mengaku akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengkaji dampak lebih lanjut serta merumuskan langkah antisipatif.

Nanti, saya besok insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,”

ungkapnya.

Terkait alternatif pasokan, Bahlil menyinggung impor energi dari Amerika Serikat yang sebelumnya telah disepakati. Menurut dia, sebagian impor, terutama elpiji, sudah mulai direalisasikan.

Impor AS kan sudah saya katakan bahwa impor AS itu setelah ditandatangani baru kita melakukan tindak lanjutnya secara detail. Dan itu kita kasih kesempatan sekitar 60 hari dan sampai hari ini saya pikir sebagian kita sudah ambil dari AS terutama elpiji. Sebagian sudah kita ambil,”

tutupnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.