Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan Stok Pangan RI Cukup hingga April

Bapanas menegaskan terdapat 9 komoditas pangan pokok strategis yang tidak memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Ilustrasi stok pangan nasional di pasar-pasar.
Ilustrasi stok pangan nasional di pasar-pasar. (Sumber: Bapanas)

Kondisi geopolitik global kini tengah memanas, akibat perang yang terjadi di Timur Tengah. Namun, pemerintah memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy mengatakan saat ini produksi pangan pokok strategis yang bersumber dari dalam negeri masih kuat menopang ketersediaan stok nasional, termasuk dalam menghadapi momentum Ramadan dan Idul Fitri. 

Setidaknya lanjut Sarwo, terdapat sembilan komoditas pangan pokok strategis yang tidak memerlukan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Iklan

Perlu disampaikan bahwa Neraca Pangan dan Proyeksi Produksi/Impor sampai dengan akhir April 2026, Indonesia masih terdapat surplus. Jadi posisi Neraca Pangan sampai dengan akhir April atau setelah Lebaran nanti diprediksi aman,”

ujar Sarwo dalam keterangannya Selasa, 3 Maret 2026.

Berdasarkan proyeksi, jelas Sarwo, ketersediaan beras nasional hingga akhir April 2026 diperkirakan mencatat surplus 17,2 juta ton. Jumlah ini berasal dari stok awal tahun yang ditambah produksi Januari sampai April yang menjadi sebesar 27,5 juta ton, kemudian dikurangi kebutuhan konsumsi hingga April sebesar 10,3 juta ton.

Lalu komoditas jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton, yang dihitung dari stok awal tahun ditambah produksi 10,7 juta ton dan dikurangi kebutuhan konsumsi sampai April sebesar 5,8 juta ton. 

Kemudian minyak goreng secara nasional tercatat surplus 3,5 juta ton dari total 4,4 juta ton stok awal tahun dan produksi, setelah dikurangi konsumsi dalam negeri sebesar 914 ribu ton.

Beras sampai dengan akhir April diperkirakan surplus besar 17 juta ton. Kemudian gula konsumsi 595 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, jagung 4,8 juta ton, minyak goreng 3,5 juta ton, daging ayam 727 ribu ton, telur ayam 349 ribu ton, bawang merah 57 ribu ton,”

jelasnya.

Sarwo melanjutkan, hingga minggu keempat Februari 2026 realisasi serapan beras oleh Perum Bulog dari produksi dalam negeri telah melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Total serapan Bulog mencapai 552,4 ribu ton, atau naik 196,9 persen dibandingkan realisasi Januari dan Februari 2025 yang sebesar 186 ribu ton.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.