Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewanti-wanti, dampak konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah ke pasar keuangan Indonesia. Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Tanah Air, diminta OJK untuk melakukan monitoring atas situasi yang kini terus berkembang.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya mencermati tiga kemungkinan dampaknya ke ekonomi RI. Pertama, serangan bersama yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran telah membuat harga minyak mentah naik.
Penutupan Selat Hormuz ini kalau terjadi berkepanjangan tentu saja ini juga berisiko karena ini kan 30 persen suplai minyak dunia lewat situ, kemudian LNG juga cukup signifikan juga. Sehingga kita antisipasi dampak rambatannya di kita terkait harga minyak ini,”
ujar Friderica dalam konferensi pers Selasa, 3 Maret 2026.
Kiki begitu panggilan akrabnya menjelaskan, kedua konflik di Timur Tengah juga akan meningkatkan inflasi global. Nantinya, kondisi ini juga akan memengaruhi kebijakan Bank Indonesia (BI) terhadap suku bunga.






