Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih kuat untuk menahan dampak perang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran. APBN selama setahun dipastikan kuat menahan kenaikan harga minyak akibat konflik tersebut.
Purbaya mengatakan, berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), APBN tidak akan mengalami tekanan atau defisit karena kenaikan harga minyak. Keyakinan ini salah satunya, karena penerimaan pajak awal tahun membaik.
Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi nggak ada masalah. Karena tax collection kita juga membaik, Januari-Februari kan tumbuhnya 30 persen. Itu angka yang signifikan sekali, artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, pajak dan bea cukai,”
ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.
Adapun terkait berapa lama APBN mampu menahan gejolak di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak. Purbaya menyatakan, setidaknya dalam setahun ini APBN masih mampu menahan kenaikan harga minyak.






