Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Luhut Ramal Perang Timteng Belum Akan Reda: Dampaknya Terasa Langsung

Ketua DEN Luhut memperkirakan, konflik Timur Tengah antara AS-Israel dan Iran belum berakhir mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa)

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, konflik yang terjadi di Timur Tengah (Timteng) antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Menurutnya, perang ini akan berdampak pada perekonomian RI, dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Luhut mengatakan, ketegangan antara AS-Israel dan Iran memiliki potensi dampak berkelanjutan, bahkan berdampak bagi perekonomian dalam negeri.

Iklan

Ketegangan yang terjadi antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran merupakan dinamika strategis di Timur Tengah yang memiliki potensi dampak berkelanjutan, terutama bagi kondisi perekonomian Indonesia,”

ujar Luhut melalui Instagram @luhut.pandjaitan Kamis, 5 Maret 2026.

Luhut memperkirakan, ketegangan ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Untuk itu, dia meminta agar seluruh elemen bangsa dapat mendukung langkah yang akan ditempuh pemerintah.

Saya berharap dengan kesadaran kolektif dan kekompakan seluruh elemen bangsa dalam mendukung langkah-langkah strategis pemerintah, kita dapat melewati tantangan ekonomi global dengan tetap menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan dalam negeri, saya memprediksi ketegangan ini belum akan berakhir dalam waktu yang singkat,”

jelasnya.

Luhut menyoroti, penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perjalanan global. Ia menilai, penutupan selat ini akan langsung terasa dampaknya pada stabilitas ekonomi nasional.

Satu hal yang saya terus pantau dari eskalasi ketegangan ini adalah adanya potensi gangguan pada jalur distribusi energi seperti di Selat Hormuz. Yang tentu saja dampaknya akan terasa langsung pada stabilitas ekonomi nasional,”

terangnya.

Luhut menuturkan, ketahanan energi merupakan urat nadi yang menentukan kesejahteraan masyarakat, serta kesinambungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN.

Oleh karena itu, @dewanekonomi.id secara intensif terus mengkaji langkah-langkah kontinjensi,”

jelasnya.

Lebih lanjut Luhut menegaskan, di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri bebas aktif harus menjadi pedoman bagi RI.

Ia menyatakan, Indonesia tidak akan memihak negara manapun.

Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun; bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para ‘founding fathers’ untuk kami jaga dan laksanakan,”

tambahnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.