Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Efek Perang AS-Israel Vs Iran Mulai Terasa

Rupiah akan melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah.

Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym)

Nilai tukar rupiah dibuka anjlok pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026 ke level Rp16.990 atau 0,38 persen. Pelemahan ini masih disebabkan oleh perang yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan melemah pada perdagangan hari ini. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia akibat perang di Timur Tengah.

Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati US$100 per barel,”

ujar Lukman kepada owrite Senin, 9 Maret 2026.

Lukman mengatakan, melemahnya rupiah ini disebabkan oleh kekhawatiran pasar bahwa perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran akan memberikan dampak ke ekonomi global dan inflasi.

Iklan

Dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi,”

jelasnya.

Maka dari itu, pada perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan mata uang rupiah akan ditutup melemah di kisaran Rp16.850-Rp17.000 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.