Sarman menilai, uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sedangkan sisanya di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan hingga Bali.
Uang tersebut akan banyak beredar di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Sisanya menyebar ke Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan berbagai destinasi wisata lainnya,”
tuturnya.
Sarman menjelaskan, perputaran uang akan banyak untuk kebutuhan mudik seperti tiket, biaya tol dan Bahan Bakar Minyak (BBM), service kendaraan, oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.
Kemudian baju baru dan peralatan salat, Tunjangan Hari Raya (THR) untuk keluarga, hampers, aneka makanan dan minuman khas lebaran kebutuhan pangan rumah tangga, hingga zakat fitrah dan sedekah.
Artinya perputaran uang hampir menyasar ke semua sektor usaha yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat menjelang dan selama Idul Fitri 1447,”
tuturnya.
Selain itu, Sarman mengatakan selama di kampung halaman uang juga akan beredar di pusat destinasi wisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makanan hingga souvenir.
Lebih lanjut, dia mengatakan, perputaran uang selama periode Lebaran dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata rata 10-15 persen, akan menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang ditargetkan sebesar 5,4-5,5 persen.
Dengan melihat geliat ekonomi kuartal I di mana ada momentum liburan Nataru di awal bulan Januari, kemudian perayaan dan libur Imlek 2577 dengan potensi perputaran uang sebesar Rp9 triliun dan Idul Fitri 1447 H maka sangat optimis target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 dapat mencapai target,”
imbuhnya.
Namun Sarman menekankan, pemerintah dalam memanfaatkan momentum ini penting menjaga psikologi masyarakat, dengan memberikan jaminan dan memastikan bahwa ketersediaan BBM dan gas selalu terpenuhi selama dan sesudah Lebaran 2026.
Sehingga masyarakat tidak ragu membelanjakan uangnya di daerah masing masing. Hal sangat penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran vs AS dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,”
kata Sarman.