Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah selama sehari dalam setiap pekan. Kebijakan ini diperuntukkan baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun sektor swasta.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan dari sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kebijakan ini membantu, namun tidak akan berdampak besar. Adapun rencana penerapan WFH ini sebagai respons atas harga minyak dunia yang terus melambung akibat perang di Timur Tengah.
Dilihat dari APBN, kebijakan ini membantu, tetapi dampaknya tidak akan menjadi penentu utama. APBN 2026 dibangun dengan asumsi harga minyak mentah Indonesia US$70 per barel dan kurs Rp16.500 per dolar AS, dengan target defisit Rp689,1 triliun,”
ujar Josua saat dihubungi owrite Selasa, 24 Maret 2026.
Sampai akhir Februari 2026, defisit APBN sudah mencapai Rp135,7 triliun atau 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Josua mensimulasikan, bila minyak naik ke US$80 per barel dan kurs melemah ke Rp17.000 per dolar AS.






